lenterakalimantan.com, KOTABARU – Puluhan orang yang tergabung dalam sejumlah organisasi, seperti Aliansi Advokasi Rakyat untuk Nusantara (ARUN) Kapak, Pemuda Revolusi, INSAN, KAHMI, dan TANI, menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Kabupaten Kotabaru, Kamis (4/9/2025) siang.
Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan sejumlah tuntutan yang dibacakan langsung oleh Ketua ARUN, Wahid Hasim. Tuntutan yang disampaikan mencakup berbagai persoalan, mulai dari evaluasi kinerja DPRD hingga persoalan lingkungan dan hak masyarakat atas lahan.
Berikut beberapa poin tuntutan aksi:
- Mendesak evaluasi kinerja DPRD Kabupaten Kotabaru.
- Menuntut keseriusan DPRD dalam mengawasi anggaran dan kinerja pemerintah daerah, terutama terkait penanganan banjir, revitalisasi, dan normalisasi saluran drainase.
- Menyoroti maraknya aktivitas pertambangan ilegal.
- Mengusut dugaan praktik “fee proyek”.
- Meminta perhatian terhadap konflik agraria, potensi penggusuran, serta tumpang tindih kepemilikan lahan.
- Menuntut penanganan pencemaran lingkungan di sekitar wilayah operasional PT SDE.
- Meminta DPRD memperjuangkan hak-hak nelayan sebagai aspirasi rakyat.
- Mendesak seluruh fraksi di DPRD agar aktif menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat secara nyata.
Menanggapi aksi tersebut, Ketua DPRD Kotabaru, Suwanti, bersama Wakil Ketua I, Awaludin, dan Wakil Ketua II, Chairil Anwar, didampingi sejumlah anggota dewan lainnya, langsung menemui massa aksi dan mengajak mereka untuk berdialog di dalam gedung DPRD.
Suasana diskusi berlangsung terbuka, di mana perwakilan massa menyampaikan langsung aspirasi mereka kepada para wakil rakyat.
Aksi demonstrasi ini juga mendapat pengamanan dari aparat Polres Kotabaru, Satpol PP, serta instansi terkait lainnya guna memastikan jalannya aksi berlangsung aman dan kondusif.
Editor : Tim Redaksi


