lenterakalimantan.com, BANJARBARU – Mahasiswa Psikologi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar penelitian bertajuk Camotion (Camera and Emotion), untuk menggali cara teman tuli mengenali dan mengekspresikan emosi mereka. Penelitian ini muncul dari keprihatinan masih banyaknya penyandang tuli yang mengalami hambatan komunikasi. Sehingga kesulitan menyalurkan perasaan dan rentan mengalami tekanan psikologis.
Ketua Tim PKM Camotion, Rahma Sari, menyampaikan bahwa penelitian ini dirancang untuk memberikan ruang aman dan nyaman bagi teman tuli agar dapat mengungkapkan emosi mereka secara bebas dan personal. Ia menilai, ekspresi emosi yang sehat menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga kesejahteraan psikologis.
“Melalui photovoice dan journaling, kami ingin memberikan ruang aman bagi teman tuli untuk bercerita dan mengekspresikan emosinya dengan cara yang nyaman,” ujarnya, Kamis (16/10/2025).
Metode photovoice mengajak peserta menyalurkan perasaan lewat foto. Sedangkan journaling memberi kesempatan untuk menuliskan refleksi pengalaman pribadi. Gabungan kedua metode ini diharapkan dapat membantu peserta memahami serta mengelola emosi dengan lebih sehat.
Hasil awal penelitian menunjukkan adanya perubahan positif dalam kemampuan regulasi emosi, meski belum signifikan secara statistik. Peserta juga menunjukkan beragam emosi. Positif, negatif, hingga netral selama proses kegiatan. Analisis lebih lanjut mengungkap bahwa regulasi emosi mereka mendapat pengaruh dari faktor internal, seperti hubungan dengan diri sendiri dan aktivitas fisik, serta faktor eksternal, seperti lingkungan sosial dan situasi akademik.
Tim Camotion berharap penelitian ini dapat menjadi langkah awal untuk mendorong terciptanya intervensi psikologis yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas.
“Semoga hasilnya dapat membuka mata masyarakat tentang pentingnya dukungan emosional bagi teman tuli,” tutup Rahma.
Editor: Rizki


