Lenterakalimantan.com, JAKARTA – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH, MH, menegaskan bahwa tahun ini merupakan tahun terakhir bagi kebijakan afirmasi terhadap tenaga honorer.
Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Zudan melalui kanal video ASN Institute di Jakarta. Ia menjelaskan, masa penataan tenaga non-ASN atau honorer sudah mulai memasuki tahap akhir sesuai dengan kebijakan pemerintah.
“Sebenarnya, kredesainnya sudah mulai tampak dan ini adalah tahun terakhir untuk afirmasi honorer,” ujar Prof. Zudan.
Ia menegaskan, bagi tenaga honorer yang belum genap dua tahun masa kerja atau belum mengikuti tes seleksi, maka tidak ada lagi peluang untuk diangkat tanpa melalui jalur resmi.
“Yang belum dua tahun dan belum ikut tes, sudah jelas harus cari alternatif bekerja di tempat lain atau ikut seleksi lewat jalur CASN sesuai standarnya,” terangnya.
Menurutnya, setelah batas waktu yang ditetapkan, tidak akan ada lagi pengangkatan honorer di luar mekanisme seleksi resmi.
“Paling lama mereka bertahan sampai 31 Desember 2025, karena kontrak pegawainya sampai tanggal itu. Selanjutnya harus mencari pekerjaan lain,” jelas Zudan.
Ia mengingatkan agar para tenaga honorer tidak terus berharap pada kebijakan yang sudah berakhir. Namun, ia juga membuka peluang bagi daerah yang memiliki kemampuan keuangan lebih baik untuk secara bertahap mengangkat pegawai paruh waktu menjadi penuh waktu.
“Kalau kondisi ekonomi membaik, pendapatan daerah meningkat, dan transfer pusat ke daerah meningkat, yang paruh waktu dan rajin, bertahap bisa diangkat menjadi penuh waktu,” tutupnya.
Editor : Tim Redaksi


