lenterakalimantan.com, MARTAPURA – Kasus dugaan keracunan makanan massal yang menimpa ratusan siswa di Kabupaten Banjar, kini resmi masuk tahap penyelidikan pihak kepolisian. Kuat dugaan, makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu mengandung zat nitrat, senyawa kimia yang dapat memicu gejala keracunan.
Kapolres Banjar, AKBP Fadli, membenarkan bahwa timnya telah menyita sejumlah sampel makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Tungkaran, Martapura, untuk uji laboratorium.
“Hasilnya akan kami sampaikan setelah pemeriksaan selesai,” ucap Fadli, Kamis (9/10/2025) sore.
Hingga pukul 10.40 WITA, Jumat (10/10/2025), total korban yang diduga keracunan mencapai 123 orang. Sebanyak 73 orang sudah boleh pulang, sementara 21 lainnya masih dalam perawatan di RSUD Ratu Zalecha Martapura.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Banjar, Noripansyah, menyebut hasil awal uji lab menemukan kandungan nitrat positif di menu nasi kuning dan sayur dari MBG.
“Hasil lab menunjukkan adanya kandungan nitrat pada sampel nasi kuning dan sayur. Kemungkinan tercampur saat proses pengolahan,” jelasnya.
Namun, pihaknya belum dapat memastikan apakah kasus ini akibat kelalaian petugas dapur.
“Kami masih dalami penyebab pastinya,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu siswa kelas IV MI Assalam, Ahmad Nizhan, mengaku mulai merasa pusing dan mual beberapa jam setelah makan siang dari program MBG.
“Yang rasanya asam itu di suwiran ayamnya, bukan sayur,” kata Nizhan.
Dari informasi yang dihimpun, ada sejumlah sekolah yang terdampak dugaan keracunan MBG. Di antaranya MI Assalam, MTs Assalam, SMA IT Assalam, SDN 1 Pasayangan, dan SDN Tungkaran.
Editor: Rizki


