lenterakalimantan.com, BANJARMASIN — Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Seminar Kepemudaan 2025 dengan tema “Menjaga Kesehatan Mental dan Mengembangkan Growth Mindset pada Generasi Z”, di Hotel Zuri, Banjarmasin. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan komunitas kepemudaan se-Kalimantan Selatan, Sabtu (25/10/25)
Dalam acara tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan, Febriadin Hafiz, yang diwakili oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda, Rokhyatin Effendi, menekankan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental di kalangan generasi muda.
“Di Indonesia, fokus kita semakin mendalam berdasarkan survei kesehatan mental rumah tangga dari Kementerian Kesehatan tahun 2022 yang menunjukkan lebih dari 15,5 juta orang usia produktif (15–64 tahun) memiliki masalah kesehatan kejiwaan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa permasalahan tersebut merupakan isu nyata yang perlu ditangani secara kolaboratif.
“Masalah ini nyata ada di sekitar kita dan membutuhkan tindakan segera, bukan hanya solusi jangka pendek,” lanjutnya.
Rokhyatin juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan seminar ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Daerah dalam memberikan ruang aman dan inklusif bagi pemuda Kalimantan Selatan.
“Seminar ini bukan hanya tempat untuk mengenal gejala-gejala kesehatan mental, tetapi juga menjadi ajang literasi dan pembelajaran untuk menumbuhkan kesadaran serta kepedulian bersama,” jelasnya.
Selain sesi pembukaan, kegiatan ini juga menghadirkan tiga narasumber inspiratif yang memberikan wawasan mendalam seputar kesehatan mental dan pengembangan diri. Salah satunya adalah Rusdi Rusli, seorang psikolog sekaligus dosen Psikologi di Universitas Lambung Mangkurat (ULM), yang membawakan materi tentang pentingnya memahami diri sendiri dan membangun growth mindset di era digital.
Dalam paparannya, Rusdi menekankan bahwa generasi Z menghadapi tekanan mental yang unik akibat perkembangan teknologi dan media sosial.
“Pemuda masa kini harus belajar mengelola stres, mengenali batas diri, serta menumbuhkan pola pikir berkembang agar tetap produktif dan bahagia,” tuturnya.
Dua narasumber lainnya turut membahas strategi penguatan mental melalui kegiatan sosial dan peran komunitas dalam menciptakan lingkungan yang suportif bagi generasi muda.
Melalui seminar ini, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan yang mampu menjaga kesehatan mental, mengembangkan potensi diri, serta menularkan semangat positif di lingkungan masing-masing.
Editor: Rizki


