lenterakalimantan.com, PANGKALAN BUN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) kembali melaksanakan Pasar Murah dan layanan Cek Kesehatan Gratis untuk masyarakat, menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Kegiatan dibuka langsung oleh Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, di halaman Masjid Agung Riyadlush Shalihin, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Senin (8/12/2025).
Dalam agenda tersebut, Gubernur didampingi Ketua TP PKK Provinsi Kalteng, Aisyah Thisia Agustiar Sabran. Sejumlah pejabat Forkopimda turut hadir, antara lain Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin; Kabinda Kalteng, Marsma TNI Muhammad Nur; dan Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan. Turut mendampingi pula Bupati Kobar, Nurhidayah, serta jajaran Kepala OPD Provinsi.
Melalui Pasar Murah dan pengecekan kesehatan, Pemprov Kalteng ingin memastikan masyarakat tetap sehat dan kebutuhan pokok dapat dijangkau seluruh kalangan terutama keluarga kurang mampu.
“Memastikan layanan kesehatan bisa diakses seluruh lapisan masyarakat,” ujar Agustiar.
Ia menegaskan Pasar Murah menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta membantu warga menghadapi potensi kenaikan harga pada akhir tahun.
“Kesejahteraan masyarakat prioritas kami. Kami tidak ingin ada masyarakat Kalimantan Tengah yang tidak bisa sekolah, tidak bisa kuliah, tidak bisa berobat saat sakit, dan tidak bisa makan,” tegasnya.
Selain menjaga daya beli, ia mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman banjir akibat intensitas hujan tinggi. Agustiar juga mengajak seluruh pihak mendoakan keselamatan dan pemulihan bagi para korban bencana banjir di Pulau Sumatera.
16 Ribu Paket Sembako Disalurkan
Pada Pasar Murah Tahap II ini, sebanyak 16.165 paket sembako disalurkan ke 81 desa dan kelurahan di seluruh wilayah Kabupaten Kobar.
Distribusi paket tersebar di:
- Arut Selatan: 5.385 paket (6 kelurahan & 13 desa)
- Arut Utara: 565 paket (10 desa)
- Kotawaringin Lama: 1.580 paket (15 desa)
- Kumai: 2.610 paket (15 desa)
- Pangkalan Banteng: 3.055 paket (17 desa)
- Pangkalan Lada: 2.970 paket (11 desa)
Setiap paket berisi beras 5 kg, gula pasir 1 kg, dan minyak goreng 2 liter. Awalnya paket dijual Rp147.500, tetapi setelah dipotong subsidi Pemprov sebesar Rp132.500, masyarakat cukup menebusnya seharga Rp15.000.
Namun ketika tingginya antusiasme warga di lokasi, Agustiar pun memutuskan paket tersebut digratiskan.
Bantuan Pangan dan Alsintan
Kegiatan ini juga dirangkai dengan penyaluran Bantuan Pangan Pemerintah (BPP) periode Oktober–November 2025 dengan total 7.251 paket, masing-masing berisi 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng.
Bantuan diberikan kepada keluarga penerima manfaat di seluruh kecamatan di Kobar, termasuk Arut Selatan, Arut Utara, Kotawaringin Lama, Kumai, Pangkalan Banteng, dan Pangkalan Lada.
Tak hanya itu, Pemprov Kalteng juga menyerahkan 118 unit alat dan mesin pertanian (Alsintan) Pasca Panen untuk memperkuat sektor pertanian daerah.
Editor: Rizki


