lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Jumlah warga yang menjalani rehabilitasi narkoba di Kabupaten Tanah Laut pada tahun 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan ini dinilai sebagai hasil dari meningkatnya upaya pencegahan dan sosialisasi bahaya narkoba kepada masyarakat.
Catatan dari BNNK (Badan Narkotika Nasional Kabupaten) Tanah Laut, rehabilitasi rawat jalan 36 orang dari 288 kegiatan, layanan pascarehab 20 orang dengan 40 kegiatan.
Kepala BNNK Tanah Laut, Ferey Hidayat, menyebutkan bahwa berbagai edukasi, pembinaan generasi muda, serta kerja sama lintas sektor terus dilakukan secara berkelanjutan. Selain itu, peran keluarga dan lingkungan juga dinilai semakin aktif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.
Meski angka rehabilitasi menurun, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk tidak lengah maupun sungkan untuk melaporkan bila ada keluarga yang terindikasi narkoba agar segera dilakukan tindakan rehabilitasi.
BNN Kabupaten Tanah Laut juga berkomitmen untuk terus memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika melalui berbagai langkah strategis, baik preventif maupun penegakan hukum.
Hasil yang telah dicapai menunjukkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan aparat penegak hukum dapat memberikan dampak nyata dalam memberantas ancaman narkotika serta menyelamatkan korban penyalahguna di Kabupaten Tanah Laut.
“Kami mengajak Pemda, Instansi terkait, dunia pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat untuk terus bekerja sama dan berkolaborasi dengan BNNK Tanah Laut dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari narkoba. Bersama-sama, kita dapat,” ajaknya.
Ferey menegaskan BNNK Tanah Laut menangani sebanyak 36 pengguna narkoba yang menjalani rehabilitasi pada tahun 2025, ada penurunan sedikit dari tahun sebelumnya 40 pengguna.
Saat ini, proses pembangunan rumah rehabilitasi narkoba di Kabupaten Tanah Laut terus berjalan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan. Pembangunan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan fasilitas rehabilitasi yang layak dan terpadu bagi masyarakat.
Saat ini, pekerjaan fisik telah memasuki tahap pengerjaan struktur bangunan dan ketepatan waktu pelaksanaan. Rumah rehabilitasi ini nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung untuk proses pemulihan dan pembinaan.
Ia berharap, melalui rumah rehabilitasi ini layanan pemulihan bagi penyalahguna narkoba dapat lebih optimal dan mudah diakses.
Pembangunan tersebut juga diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan narkoba di Tanah Laut secara berkelanjutan bangunan rumah rehabilitasi dapat dikembangkan lagi melihat lokasi tanah tersebut masih luas.
“Kami akan terus mendorong pemerintah daerah sehingga rumah rehabilitasi bisa berjalan di Kabupaten Tanah Laut,” pungkasnya.
Editor: Rizki












