lenterakalimantan.com, PARINGIN — Kabupaten Balangan resmi dinobatkan sebagai Kabupaten Terinovatif pada ajang Innovative Government Award (IGA) 2025, yang digelar Kementerian Dalam Negeri RI melalui BSKDN di Grand Ballroom Kempinski Hotel Jakarta, baru-baru ini.
Balangan tercatat sebagai pemilik Indeks Inovasi Daerah (IID) Tertinggi Nasional, mengungguli berbagai daerah besar di Indonesia.
Penghargaan prestisius ini diterima langsung oleh Bupati Balangan, Abdul Hadi, dari Direktur CNN Indonesia, Titin Rosmasari, yang bertindak sebagai juri nasional IGA 2025. Selain tingkat nasional, Balangan juga berhasil meraih IID Tertinggi Regional III (Kalimantan–Sulawesi), memperkuat posisinya sebagai motor inovasi kawasan Timur Indonesia.
Abdul Hadi menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut.
“Alhamdulillah, kita kini menempel ketat Kabupaten Banyuwangi, mentor kami dalam inovasi, bahkan melampaui beberapa daerah yang menjadi tempat kita belajar. Yang terpenting, inovasi ini memberi dampak positif bagi pelayanan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberhasilan ini merupakan hasil komitmen bersama seluruh perangkat daerah, ASN, dan stakeholder yang konsisten membangun ekosistem inovasi di Balangan.
Sementara itu, Kepala Bapperida Balangan, Rakhmadi Yusni, menyatakan bahwa berdasarkan SK Kemendagri 2025, Balangan menempati posisi tertinggi nasional dalam kategori IID.
“Target Bupati masuk tiga besar bukan hanya tercapai, tetapi terlampaui. IID Balangan berada di tingkat tertinggi nasional,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Balangan juga menandatangani Kerja Sama Replikasi Inovasi dengan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir. Penandatanganan dilakukan oleh Bupati Balangan, Abdul Hadi, dan Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar, menandai bahwa inovasi Balangan kini menjadi rujukan nasional bagi daerah lain dalam meningkatkan pelayanan publik.
Dengan capaian IID Tertinggi Nasional dan Regional III tersebut, Kabupaten Balangan kian mengokohkan diri sebagai daerah berorientasi pembaruan, efisiensi, dan pelayanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Prestasi ini diyakini membuka peluang kolaborasi lebih luas serta mendorong lahirnya inovasi baru di berbagai sektor pemerintahan.
Editor: Rizki


