lenterakalimantan.com, PARINGIN – Menjelang akhir tahun dan momentum libur Natal serta Tahun Baru (Nataru), Satresnarkoba Polres Balangan meningkatkan kewaspadaan dan pengintaian terhadap pergerakan jaringan narkoba lintas kabupaten.
Komitmen kuat tersebut ditegaskan oleh Kasat Reserse Narkoba Polres Balangan, AKP Alip Tri Wibowo, yang mengungkapkan bahwa pihaknya telah memetakan potensi lonjakan peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang selama periode akhir tahun.
“Akhir tahun selalu menjadi momen rawan. Pergerakan masyarakat meningkat, aktivitas hiburan bertambah, dan ini kerap dimanfaatkan jaringan pengedar untuk masuk dan mengembangkan pasar di Balangan,” ujar Alip, di sela-sela peringatan Hari Jadi Reserse Polri ke-78, Senin (08/12/2025).
Pengungkapan Bandar Asal Tabalong Perkuat Indikasi Jaringan Lintas Daerah
Kewaspadaan tersebut terbukti bukan tanpa dasar. Pada Rabu (03/12/2025) sekitar pukul 17.30 WITA, Satresnarkoba Polres Balangan berhasil mengamankan seorang pria berinisial AD (33) di sebuah rumah kontrakan di Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan.
Dari tangan tersangka, polisi menyita 26 paket sabu dengan total berat kotor 4,92 gram yang diduga siap diedarkan. Berdasarkan identitas kependudukan, AD diketahui merupakan warga Kabupaten Tabalong.
Fakta ini menjadi sinyal kuat bahwa Balangan sedang menjadi sasaran peredaran narkoba lintas kabupaten, dengan memanfaatkan lokasi kontrakan sebagai titik penyimpanan dan distribusi.
“Kasus ini menunjukkan adanya pergerakan jaringan dari luar wilayah yang mulai masuk. Inilah yang sedang kami putus mata rantainya sejak dini,” tegas Alip.
Nataru, Target Strategis Jaringan Narkoba
Alip menjelaskan, menjelang Nataru, permintaan terhadap narkoba jenis rekreasi seperti sabu dan ekstasi cenderung mengalami peningkatan. Faktor pemicunya, antara lain: meningkatnya pesta dan perayaan akhir tahun, maraknya aktivitas di tempat hiburan malam, libur panjang yang memberi ruang penyalahgunaan, pergerakan orang yang lebih intens antar daerah.
Kondisi ini kerap dimanfaatkan jaringan narkoba untuk memperluas distribusi, sekaligus menghindari pemantauan ketat saat hari kerja normal.
“Mereka melihat ini sebagai momentum besar. Tapi kami juga menjadikan ini sebagai momentum untuk mempersempit ruang gerak mereka,” tambahnya.
Upaya ini tidak hanya untuk penindakan, tetapi juga pencegahan dini agar Balangan tidak menjadi pusat skema peredaran narkoba jaringan regional.
“Kami tidak ingin Balangan menjadi zona nyaman bagi pengedar dan bandar. Ini soal menyelamatkan generasi muda dan masa depan daerah,” katanya lagi.
Masyarakat Sebagai Tembok Pertahanan Pertama
Selain tugas kepolisian, peran masyarakat juga dianggap krusial. Polres Balangan mengajak warga untuk menjadi mata dan telinga aparat dengan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan terkait narkoba.
“Kami menjamin perlindungan identitas pelapor. Perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri, harus bersama-sama,” pungkas Alip.
Dengan langkah pengintaian, penindakan tegas, serta dukungan masyarakat, Polres Balangan menegaskan komitmen kuat untuk menjaga dan melindungi wilayah dari bahaya laten narkotika dan obat-obatan terlarang. Terutama di masa rawan seperti akhir tahun.
Editor: Rizki


