lenterakalimantan.com, SAMARINDA – Di tengah laju perubahan tata kelola pemerintahan, dinamika sosial ekonomi, serta kompleksitas pembangunan daerah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memperkuat kualitas kepemimpinan birokrasi melalui kegiatan penguatan kapasitas bagi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.
Gubernur Kalimantan Timur Dr. H. Rudy Mas’ud (Harum) menegaskan, Kalimantan Timur saat ini berada pada fase pembangunan yang sangat strategis, terlebih dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) yang membawa perubahan besar, tidak hanya pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga pada ekspektasi terhadap kualitas tata kelola pemerintahan daerah.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Harum secara daring saat membuka kegiatan Penguatan Kapasitas bagi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, yang berlangsung di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Rabu (17/12/2025).
Menurutnya, visi Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas tidak akan terwujud tanpa kepemimpinan birokrasi yang kuat, berintegritas, adaptif terhadap perubahan, serta mampu bekerja lintas sektor secara kolaboratif.
Selain tantangan pembangunan, Kalimantan Timur juga akan menghadapi tekanan fiskal yang tidak ringan pada tahun 2026. Ruang fiskal yang semakin terbatas, tuntutan masyarakat yang terus meningkat, serta kebutuhan pembangunan yang semakin beragam menuntut pengelolaan anggaran yang lebih cermat dan akuntabel.
“Setiap rupiah anggaran harus dikelola secara tepat sasaran dan berorientasi pada hasil. Tidak ada lagi ruang untuk perencanaan yang lemah, pelaksanaan yang lambat, ataupun serapan anggaran yang tidak optimal,” tegasnya.
Gubernur menekankan, kegiatan retret ini tidak hanya bertujuan memperkuat kapasitas teknis, tetapi juga membangun kesadaran kolektif, menyatukan persepsi, serta meneguhkan komitmen kepemimpinan di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang yang jujur untuk melakukan evaluasi diri, memperbaiki pola komunikasi antar pimpinan perangkat daerah, serta memperkuat sinergi dan kerja tim,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalimantan Timur, Nina Dewi, menjelaskan bahwa retret ini bertujuan meningkatkan kompetensi, integritas, dan kapasitas kepemimpinan pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Retret yang berlangsung selama satu hari tersebut diikuti seluruh kepala perangkat daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, dengan menghadirkan narasumber dari Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, Kementerian PANRB, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).












