Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman menjelaskan, pada tahun 2025 produksi padi Kalsel mencapai 1.183.000 ton atau hampir 1,2 juta ton, tertinggi di wilayah Kalimantan, meski sebagian lahan menghadapi tantangan hama dan genangan air.
“Produksi padi Kalsel terus meningkat dan menjadi penopang bagi provinsi lain, khususnya Kalimantan Tengah yang banyak mengambil pasokan beras dari Kabupaten Barito Kuala,” jelasnya.
Selain itu, Kalimantan Selatan juga mencatat prestasi dengan menempati peringkat pertama Indeks Ketahanan Pangan nasional, menggeser Provinsi Bali yang sebelumnya bertahan di posisi teratas selama tiga tahun berturut-turut. Indeks tersebut diukur dari aspek ketersediaan pangan, keterjangkauan harga, distribusi, serta keragaman konsumsi pangan.
Ke depan, Pemprov Kalsel menargetkan peningkatan produksi padi hingga 1,3 juta ton pada 2026 melalui peningkatan indeks tanam, optimalisasi lahan rawa, pencetakan sawah baru, pemanfaatan Brigade Pangan, serta modernisasi pertanian berbasis teknologi.
Pada kesempatan itu, Gubernur Kalsel juga menyerahkan bantuan sektor pertanian dari APBD Provinsi Kalimantan Selatan senilai hampir Rp2,5 miliar, termasuk dukungan pengelolaan tanaman pangan, hortikultura, serta subsidi pupuk lebih dari 20 ribu ton untuk Kabupaten Barito Kuala.
Kegiatan panen raya ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.
Editor : Tim Redaksi


