lenterakalimantan.com, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) mengapresiasi kepedulian Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Provinsi Kalsel yang menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Banjar.
Bantuan hasil donasi IKAPTK Kalsel disalurkan ke tiga lokasi, yakni Desa Gudang Hirang, Desa Tunggul Hirang, dan Kelurahan Keliling Benteng, Kabupaten Banjar, sebagai bentuk solidaritas terhadap warga yang terdampak bencana banjir.
Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman melalui Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kalsel, Dinansyah, mengatakan penyaluran bantuan tersebut sejalan dengan arahan Gubernur agar seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan elemen masyarakat bersinergi membantu korban bencana.
“Sesuai arahan Bapak Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin, apabila seluruh SKPD maupun pihak lain ingin memberikan bantuan kepada masyarakat, agar terlebih dahulu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial serta BPBD Provinsi Kalimantan Selatan,” ujar Dinansyah di Banjarbaru, Rabu (7/1/2026).
Ia menegaskan, bantuan yang disalurkan merupakan kebanggaan bersama karena melibatkan berbagai elemen, tidak hanya pemerintah daerah.
“Hari ini kita patut berbangga, karena bukan hanya pemerintah yang hadir membantu masyarakat, tetapi juga organisasi kemasyarakatan, dalam hal ini IKAPTK Provinsi Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Dinansyah menambahkan, semangat membantu sesama lebih penting dibandingkan nilai bantuan yang diberikan.
“Apapun bentuk bantuan yang disampaikan, jangan dilihat dari nominalnya. Ini merupakan bukti kepedulian dan keinginan untuk beramal bakti kepada masyarakat,” katanya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga yang terdampak banjir dan memperkuat semangat kebersamaan.
Sementara itu, Ketua IKAPTK Kalsel, Thaufik Hidayat mengatakan penggalangan donasi dilakukan secara spontan dan sukarela dalam waktu singkat.
“Ini merupakan bentuk spontanitas dan kesukarelaan. Dalam dua hari sejak diumumkan, dana sudah terkumpul. Hari ketiga kami menyiapkan kebutuhan, dan pada hari keempat bantuan sudah bisa disalurkan,” ujarnya.
Menurut Thaufik, bantuan yang disalurkan bertujuan membantu meringankan beban masyarakat terdampak banjir. Adapun bantuan tersebut meliputi sembako, obat-obatan, kebutuhan anak, air minum, serta air bersih.
Ia menambahkan, kegiatan penyaluran bantuan saat ini masih dilakukan dalam skala provinsi mengingat kebutuhan yang mendesak.
“Ke depan kami berharap kabupaten dan kota juga dapat melakukan hal serupa di wilayah masing-masing,” pungkasnya.
Editor : Tim Redaksi


