lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) kembali memperkuat benteng ketahanan pangan dan stabilitas harga menjelang bulan Ramadan 2026. Apalagi daerah ini mengemban misi besar untuk mempertahankan predikat sebagai wilayah dengan performa ekonomi paling stabil di Kalimantan Selatan.
Pada tahun 2025 lalu, Tala sukses mengunci angka inflasi di level 2,91%. Angka ini mengungguli kabupaten lain di Kalsel yang rata-rata masih berjuang di atas angka 3%.
Demi mempertahankan kesuksesannya, Pemkab Tala melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Perdagangan (Diskopdag) telah menyiapkan langkah taktis. Salah satu yang paling dinantikan adalah penerapan subsidi harga untuk komoditas sensitif seperti telur, daging ayam, dan cabai.
Kabid Perdagangan dan Kemetrologian Diskopdag Tala, Edi Hariyadi, menegaskan bahwa penguatan regulasi melalui intervensi pasar merupakan langkah kunci untuk memastikan kestabilan harga kebutuhan pokok tetap terkendali.
”Tahun ini kami akan melaksanakan subsidi harga, Mudahan dengan adanya subsidi harga ini, harga bapokting akan lebih terjangkau Lagu bagi masyarakat Tanah Laut,” jelas Edi melalui pesan singkat.
Selain subsidi, pemantauan ketat pada rantai pasok menjadi prioritas. Meskipun stok di level distributor terpantau aman, fluktuasi barang yang tinggi tetap menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
”Untuk cadangan bahan pokok di tingkat produsen untuk distributor aman saja. Namub belum diketahui ketahanannya sampai berapa bulan karena barang sering keluar masuk di tingkat distributornya,” tambah Edi.
Daftar Harga Bahan Pokok Penting di Tala
Berdasarkan data terbaru di tanggal 19 Januari 2026, berikut adalah gambaran harga bahan pokok penting (Bapokting) di Tanah Laut:
1. Sektor Beras dan Tepung
Beras:
– Jenis Unus Mutiara: Rp19.500
– Siam Unus: Rp18.600
– Siam Tanggung: Rp18.000
– Siam Biasa: Rp18.000
– Sihirang: Rp13.300
– Beras Premium: Rp16.200
– Medium: Rp13.000
Tepung:
– Tepung Terigu Bogasari: Rp13.000
– Tepung Terigu Segitiga Biru: Rp13.000
– Tepung Terigu Semar: Rp9.000
2. Protein dan Bumbu Dapur
Daging dan Telur:
– Daging Sapi Beku: Rp130.000 (Naik sebesar Rp5.000)
– Daging Sapi (Paha Belakang, Has Dalam, Has Luar, Paha Depan): Rp150.000
– Ayam Ras: Rp28.000
– Ayam Kampung: Rp85.000
– Telur Itik Tambang: Rp48.000
– Telur Ayam Ras: Rp31.000
– Telur Ayam Kampung: Rp66.000
Kacang-kacangan:
– Kacang Kedelai Ex Impor: Rp15.000
– Kacang Hijau: Rp30.000 (Naik sebesar Rp2.000)
– Kacang Tanah: Rp40.000
Bumbu Dapur dan Cabai:
– Cabai Merah Besar: Rp50.000
– Cabai Merah Keriting: Rp55.000
– Cabai Rawit Lokal: Rp100.000
– Bawang Merah: Rp40.000
– Bawang Putih Honan: Rp40.000 (Naik sebesar Rp2.000)
– Bawang Bombay: Rp30.000
– Daun Bawang: Rp30.000
3. Minyak Goreng, Gula, dan Susu
Gula & Minyak Goreng:
– Gula Pasir Putih: Rp18.000
– Minyak Goreng Kemasan: Rp23.000
– Minyak Goreng Curah Kuning: Rp17.000
– Minyak Goreng Sederhana: Rp19.000
– Minyakita: Rp15.700
– Susu Indomilk Kaleng: Rp13.000
Optimisme Terkait Stabilitas Ekonomi Daerah
Menutup keterangannya, Edi optimistis bahwa dengan kombinasi 55 kali pasar murah tahun ini dan rencana Kerjasama Antar Daerah (KAD), stabilitas ekonomi Tanah Laut akan tetap kokoh.
”Alhamdulillah untuk tahun 2025, Tanah Laut dapat menekan inflasi terendah se-Kalimantan Selatan. Ke depannya memang harus ada skema kerja sama antar daerah, terutama untuk kebutuhan bawang merah dan bawang putih,” tutupnya.
Editor: Rizki












