lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Penyelenggara Performing Art Charity Movement 2026 menegaskan komitmennya dalam menggerakkan kolaborasi seni dan kepedulian sosial sebagai bagian dari upaya memperkuat peran komunitas kreatif di Kota Banjarmasin.
Melalui sinergi Pawadahan Nanang Galuh Banjar Kota Banjarmasin, Gekrafs DPC Kota Banjarmasin, Duta Mall Banjarmasin, serta BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan, penyelenggara merancang inisiatif Charity Movement 2026 sebagai wadah kolaboratif yang mempertemukan kreativitas, solidaritas, dan aksi kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana alam di Kalimantan Selatan.
Ketua Panitia Charity Movement 2026, Rizky, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari kesadaran bersama para penyelenggara untuk mengambil peran aktif dalam menjawab persoalan sosial melalui pendekatan kreatif.
“Penyelenggaraan Charity Movement 2026 merupakan bentuk tanggung jawab sosial kami sebagai bagian dari ekosistem kreatif di Banjarmasin. Kami ingin mendorong kolaborasi yang berkelanjutan, sekaligus mengajak masyarakat untuk terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan,” ujar Rizky, Jumat (23/1/2026).
Kolaborasi lintas komunitas dan lembaga menjadi kunci dalam memperkuat dampak sosial dari setiap inisiatif yang dijalankan. Oleh karena itu, Charity Movement 2026 dirancang tidak hanya sebagai kegiatan penggalangan dana, tetapi juga sebagai ruang konsolidasi antar komunitas kreatif, institusi, dan masyarakat umum.
Pelaksanaan kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik sponsor, mitra kreatif, komunitas mahasiswa, maupun media partner. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan berjalan efektif dan menjangkau partisipasi publik yang lebih luas.
Seluruh donasi yang dihimpun melalui inisiatif Charity Movement 2026 akan disalurkan melalui BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan guna menjamin transparansi dan ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak bencana.
Melalui inisiatif ini, penyelenggara berharap kegiatan itu dapat menjadi model kolaborasi sosial berbasis kreativitas yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran Banjarmasin sebagai Kota Kreatif yang tidak hanya unggul secara budaya, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang kuat
Editor: Rizki












