lenterakalimantan.com, PELAIHARI – TK-TPA Al-Ikhlas Unit 340 bersama warga RT 07 Desa Gunung Raja, Kecamatan Tambang Ulang, menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang berlangsung khidmat di lingkungan TPA Al-Ikhlas, Selasa (6/1/2026).
Kegiatan tersebut diikuti para guru, orang tua murid, tokoh masyarakat, serta anak-anak didik. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Alfiannor, dilanjutkan ceramah agama yang disampaikan oleh Guru Yanor Kalua, serta doa bersama.
Peringatan Isra Mi’raj ini bertujuan menanamkan nilai-nilai keimanan sekaligus mengenalkan sejarah perjalanan Nabi Muhammad SAW kepada anak-anak sejak usia dini.
Suasana acara semakin hangat saat Mirnawati, santri TK-TPA Al-Ikhlas yang kini direkrut sebagai guru pembantu, memberikan kejutan berupa lukisan sketsa wajah Guru Yanor. Penyerahan lukisan tersebut menjadi momen istimewa dalam peringatan Isra Mi’raj yang dirangkaikan dengan momentum 5 Rajab.
Mirnawati dikenal memiliki bakat melukis yang ditekuni secara otodidak sejak 2018. Hingga kini, ia terus mengasah kemampuannya, khususnya dalam seni lukis dan sketsa.
“Saya bercita-cita menjadi konten kreator pelukis. Namun keterbatasan sarana masih menjadi tantangan, karena harga pensil dan kertas berkualitas cukup mahal dan sulit didapat,” ujar Mirnawati.
Meski demikian, hasil karyanya mulai membuahkan hasil. Salah satu lukisannya bahkan pernah terjual dengan nilai Rp6 juta dalam sebuah kegiatan penggalangan dana.
Kepala TK-TPA Al-Ikhlas, Ustazah Sumiati, mengaku bangga atas prestasi yang diraih Mirnawati. Ia juga menyebut Mirnawati pernah diikutsertakan dalam cabang kaligrafi kontemporer pada MTQ ke-47 tingkat Kabupaten Tanah Laut tahun 2025, meski belum berhasil meraih juara karena keterbatasan persiapan.
“Jika ada bantuan tentu sangat membantu, karena kami memang tidak memiliki alat-alat yang memadai. Seni lukis dan kaligrafi ini membutuhkan modal, bukan hanya keahlian, agar bakat anak-anak tidak berhenti di tengah jalan,” harapnya.
Dukungan juga datang dari orang tua Mirnawati, Irwansyah, yang mengaku selalu mendukung hobi anaknya semampu yang mereka bisa.
“Alhamdulillah, kami bangga sekali. Kami hanya berharap ke depannya Mirna bisa terus berkembang dan menjadi lebih baik,” ujarnya.
Meski penuh semangat kebersamaan, kegiatan TK-TPA Al-Ikhlas hingga kini masih dilaksanakan di ruang yang sama dengan Mushala Al-Ikhlas.
Pihak pengelola berharap ke depan tersedia sarana yang lebih representatif agar proses belajar mengajar dan ibadah dapat berlangsung lebih nyaman dan khusyuk.
Editor: Rizki


