lenterakalimantan.com, MARTAPURA – Permintaan minuman herbal Temulawak Sani di Kota Martapura, Kabupaten Banjar, meningkat tajam selama bulan Ramadan. Jika pada hari biasa produksi dilakukan secara terbatas, selama bulan puasa jumlahnya melonjak hingga ribuan liter per hari.
Saidin, pengelola Temulawak Sani, mengatakan selama Ramadan produksi bisa mencapai sekitar 5.000 liter setiap hari dan hampir selalu habis terjual.
“Biasanya habis setiap hari karena banyak yang mencari untuk buka puasa,” ujar Saidin, Selasa (24/2/2026).
Produksi dilakukan di rumah dan para pembeli maupun pengecer datang langsung untuk mengambil pesanan. Aktivitas produksi pun menjadi jauh lebih padat dibanding hari biasa.
Di luar bulan Ramadan, produksi hanya dilakukan berdasarkan pesanan dengan jumlah yang relatif sedikit. Kondisi tersebut berbeda jauh dengan bulan puasa yang menjadi periode paling ramai sepanjang tahun.
Salah satu pelanggan, Syami, mengaku rutin membeli Temulawak Sani setiap bulan Ramadan. Menurutnya, minuman herbal tersebut sudah menjadi pilihan untuk berbuka puasa.
“Kalau buka puasa minum temulawak terasa segar, apalagi setelah seharian beraktivitas,” katanya.
Usaha tersebut telah digeluti secara turun-temurun oleh keluarga Saidin lebih dari 50 tahun. Resep tradisional tetap dipertahankan untuk menjaga cita rasa dan kualitas. Minuman ini dikenal memiliki khasiat membantu meningkatkan nafsu makan serta menjaga daya tahan tubuh.
Meningkatnya permintaan selama Ramadan menjadikan bulan puasa sebagai waktu dengan volume produksi dan penjualan tertinggi bagi Temulawak Sani.
Editor: Rizki


