lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Harga gula pasir di Kalimantan Selatan (Kalsel) menjelang Ramadan 2026 tercatat menembus Rp17.000 per kilogram. Kenaikan ini dipicu belum optimalnya distribusi bahan baku gula mentah (raw sugar) untuk industri makanan dan minuman.
Ketua Asosiasi Gula Bersatu Kalsel, H Aftahuddin, mengatakan harga tersebut lebih tinggi dibanding harga normal yang biasanya berada di kisaran Rp16.000 per kilogram.
“Memang ada kenaikan. Salah satu penyebabnya adalah keterlambatan penyaluran raw sugar untuk industri makanan dan minuman menjelang Ramadan,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).
Menurut dia, keterlambatan distribusi membuat pelaku industri dan masyarakat menggunakan gula lokal secara bersamaan. Kondisi itu menyebabkan lonjakan permintaan yang berdampak pada kenaikan harga di tingkat pasar.
Momentum Ramadan, lanjutnya, memang selalu diikuti peningkatan konsumsi gula. Selain kebutuhan rumah tangga, lonjakan juga dipicu maraknya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) musiman yang menjual aneka kudapan serta kue khas Ramadan.
“Dalam kondisi normal, kebutuhan gula di Kalsel sekitar 12.000 ton per bulan. Saat Ramadan bisa meningkat hingga 15.000 ton bahkan lebih,” jelasnya.
Meski terjadi kenaikan harga, pihak asosiasi memastikan pasokan tetap tersedia. Saat ini stok gula di gudang mencapai 6.000 ton dan terus ditambah dari distributor luar daerah.
“Kami terus melakukan penambahan pasokan sambil menunggu distribusi raw sugar dari distributor nasional dan BUMN yang ditunjuk pemerintah,” pungkasnya.
Editor : Tim Redaksi


