lenterakalimantan.com, TANJUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), di Aula BPKAD Tabalong, Rabu (11/2/2026).
Rakor tersebut dilaksanakan sebagai langkah pengendalian inflasi menjelang momentum hari besar keagamaan, yakni Ramadan, Idul Fitri, dan Imlek di Bumi Saraba Kawa.
Rapat dipimpin Wakil Bupati Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaf, serta dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tabalong, Mochammad Zainal Arifin, dan sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tabalong, inflasi bulan ke bulan (month to month) pada Januari 2026 tercatat sebesar 0,81 persen. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di Kalimantan Selatan.
Sejumlah komoditas tercatat sebagai penyumbang inflasi, di antaranya emas perhiasan sebesar 0,65 persen, beras 0,10 persen, tomat 0,03 persen, kacang panjang 0,03 persen, dan sawi hijau 0,02 persen.
Sementara itu, beberapa komoditas mengalami deflasi, seperti cabai rawit sebesar -0,07 persen, cabai merah -0,05 persen, bensin -0,03 persen, telur ayam ras dan semangka masing-masing -0,01 persen, serta popok bayi sekali pakai sebesar -0,01 persen.
Wakil Bupati Tabalong, Habib M. Taufani Alkaf, mengatakan capaian inflasi yang menjadi tertinggi di Kalsel tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Ini menjadi catatan dan perhatian khusus bagi kita. Strategi apa yang akan kita laksanakan untuk menurunkan inflasi di Tabalong harus segera dirumuskan,” ujarnya.
Ia meminta seluruh jajaran TPID Tabalong segera melakukan intervensi terhadap komoditas penyumbang inflasi, khususnya bahan pokok yang permintaannya diperkirakan meningkat menjelang Ramadan, Idul Fitri, dan Imlek.
“Keperluan masyarakat pasti meningkat. Karena itu, harus diantisipasi untuk memastikan bahan pokok, bahan makanan, sayur-sayuran, terutama beras, tersedia dengan stok cukup dan harga tetap stabil agar inflasi bisa ditekan,” tegasnya.
Habib Taufani juga mengingatkan agar komoditas yang saat ini mengalami deflasi, seperti cabai merah, tetap mendapat perhatian.
“Cabai merah saat ini deflasi, tetapi kebutuhan saat Ramadan pasti meningkat. Jangan sampai yang sekarang turun, ketika Ramadan justru melonjak cukup tinggi, termasuk komoditas lainnya,” pungkasnya.
Editor: Muhammad Tamyiz












