lenterakalimantan.com, JAKARTA – PT Bank CIMB Niaga Tbk (IDX: BNGA) membukukan laba sebelum pajak konsolidasi (audited) sebesar Rp8,8 triliun sepanjang 2025. Kinerja tersebut menghasilkan earnings per share (EPS) Rp273,53 dan mencerminkan pertumbuhan bisnis yang solid di tengah dinamika industri perbankan.
Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan, mengatakan capaian tersebut menunjukkan konsistensi performa dan fundamental bisnis yang terjaga. Rasio kredit bermasalah (gross non-performing loan/NPL) tercatat 1,81% dengan cost of credit (CoC) menurun menjadi 0,74%. Sementara itu, return on equity (ROE) berada di level 13,0%.
“Ke depan kami akan tetap fokus pada pertumbuhan kredit yang prudent, menjaga kualitas aset, memperkuat dana murah (CASA), serta disiplin dalam pengelolaan biaya,” ujar Lani dalam keterangan resminya, Kamis (27/2/2026).
Dari sisi permodalan dan likuiditas, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) tercatat 24,8% dan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 86,8%. Total aset konsolidasian per 31 Desember 2025 mencapai Rp372,7 triliun.
Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 3,8% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp270,5 triliun, ditopang pertumbuhan CASA 10,1% yoy menjadi Rp189,5 triliun dengan rasio CASA sebesar 70%.
Penyaluran kredit dan pembiayaan naik 4,5% yoy menjadi Rp238,3 triliun. Pertumbuhan tertinggi berasal dari segmen Perbankan Korporat sebesar 6,7% yoy, diikuti Perbankan Konsumer 3,4% yoy dan UKM 2,0% yoy. Pada segmen ritel, Kredit Pemilikan Mobil (KPM) mencatat kenaikan 10,1% yoy.


