Pada lini syariah, Unit Usaha Syariah CIMB Niaga mencatat total pembiayaan Rp55,7 triliun dan DPK Rp50,3 triliun hingga akhir 2025, memperkuat posisinya sebagai salah satu unit usaha syariah terbesar di Indonesia.
Transaksi Digital Naik 48%
Sepanjang 2025, 91,6% transaksi nasabah dilakukan melalui kanal digital, termasuk OCTO (aplikasi dan situs), BizChannel@CIMB, ATM, serta OCTO Pay. Bank juga mengintegrasikan OCTO Mobile dan OCTO Clicks menjadi satu ekosistem digital dengan nama OCTO.
Transaksi finansial melalui aplikasi dan situs OCTO meningkat 48% sepanjang 2025. Hingga akhir tahun, CIMB Niaga mengoperasikan 34 Digital Branch dan 28 Digital Hub di berbagai wilayah Indonesia.
Secara keseluruhan, layanan nasabah didukung oleh 394 jaringan kantor (termasuk 31 Digital Lounge), 2.786 ATM, serta lebih dari 707 ribu EDC, QR, dan e-commerce.
Pembiayaan Berkelanjutan Capai Rp59,5 Triliun
Dalam aspek keberlanjutan, CIMB Niaga mencatat pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp59,5 triliun atau 25% dari total pembiayaan. Pembiayaan tersebut diarahkan antara lain ke sektor energi terbarukan, UMKM, serta sustainability-linked loan.
Bank juga melaporkan penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Cakupan 1 dan 2 sebesar 46% dibandingkan baseline 2019. Di bidang sosial, program tanggung jawab sosial perusahaan menjangkau lebih dari 10.000 penerima manfaat di sektor pendidikan dan sekitar 3.300 penerima manfaat melalui program pencegahan stunting bekerja sama dengan UNICEF.
Selain itu, perseroan memberdayakan hampir 1.000 UMKM dan menanam lebih dari 115.000 pohon bambu dengan potensi penyerapan karbon lebih dari 15.000 ton CO₂.
Manajemen menyatakan akan terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam strategi bisnis guna mendukung pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
Sumber : Siaran Pers CIMB Niaga
Editor : Tim Redaksi


