Sementara itu, Koordinator Pelaksana Kerja Sama, Machli Riyadi, mengungkapkan sejak dirintis pada masa kepemimpinan Wali Kota sebelumnya, Ibnu Sina, program tersebut telah memberangkatkan lebih dari 60 orang ke Jepang.
“Hari ini kita melepas 15 orang untuk angkatan keempat. Secara keseluruhan sudah lebih dari 60 orang yang diberangkatkan,” ujarnya.
Menurut Machli, sebelum keberangkatan para peserta menjalani pendidikan bahasa dan budaya Jepang selama sekitar satu tahun, termasuk penguatan budaya Banjar sebagai identitas daerah.
Seluruh pembiayaan program, mulai dari pelatihan bahasa, ujian, tiket perjalanan hingga keberangkatan, ditanggung oleh pihak Kaikoukai Healthcare Corporation. Pemerintah kota berperan dalam fasilitasi, rekrutmen, seleksi, serta penjaminan mutu.
Ia menyebut skema kerja sama ini sebagai model Government to Business (G-to-B), di mana pemerintah daerah bermitra langsung dengan perusahaan di Jepang tanpa membebani anggaran daerah.
BACA JUGA : Pemkot Banjarmasin Perkuat Komitmen Layanan Profesional
Setiap peserta menandatangani kontrak kerja selama lima tahun. Berdasarkan pemantauan, sebagian besar peserta angkatan sebelumnya memilih melanjutkan kerja sama karena merasa nyaman bekerja di Jepang.
“Kerja sama ini tidak benar-benar berakhir. Untuk pengiriman perawat tahun 2026 menyesuaikan kebijakan pihak Jepang. Tidak menutup kemungkinan dibuka untuk tenaga profesional lainnya,” tutup Machli.
Pemkot Banjarmasin berharap program ini terus membuka peluang kerja global bagi generasi muda sekaligus memperkuat peran mereka sebagai duta budaya Banjar di kancah internasional.
Sumber : MC BJM
Editor : Tim Redaksi


