lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Upaya memperkuat ekonomi syariah di Kalimantan Selatan (Kalsel) terus diperluas melalui penyelenggaraan National Halal Fair di stan Pasar Wadai Ramadan, Jumat (20/2).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel bersama Bank Indonesia dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) halal di daerah tersebut.
Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Kalsel, Eddy Elminsyah Jaya, mengatakan National Halal Fair menjadi bagian dari rangkaian Pasar Wadai Ramadan tahun ini.
“Kami bekerja sama dengan Bank Indonesia dan KDEKS menyelenggarakan National Halal Fair. Di dalamnya terdapat sejumlah stan layanan, seperti sertifikasi halal, layanan dari Badan Amil Zakat Nasional, UIN Antasari, serta perbankan syariah,” ujarnya.
Fasilitasi Sertifikasi Halal
Eddy menegaskan kegiatan ini selaras dengan visi dan misi Gubernur Kalsel dalam mengembangkan ekonomi berbasis syariah. Melalui penguatan ekosistem halal, pemerintah daerah mendorong peningkatan daya saing UMKM sekaligus memperluas akses pembiayaan dan literasi keuangan syariah.
Ia menjelaskan, pelaku UMKM dapat langsung mendatangi stan layanan untuk berkonsultasi terkait sertifikasi halal. Tim pusat kajian halal akan melakukan pendampingan sesuai karakteristik usaha.
“Jika bahan bakunya sederhana, bisa melalui skema self declare atau pernyataan mandiri halal. Untuk bahan baku yang beragam, dapat dikonsultasikan di booth ini. Sertifikasi self declare tidak dipungut biaya,” katanya.
Program fasilitasi ini berlangsung selama 25 hari mengikuti jadwal Pasar Ramadan, dengan target menjangkau sebanyak mungkin pelaku UMKM yang belum memiliki sertifikat halal.
Kampanye Wakaf dan Dukungan Perbankan Syariah
Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalsel, Fikar Fauzan, menyebut National Halal Fair merupakan bentuk sinergi lintas instansi. Kegiatan ini melibatkan perbankan syariah seperti Bank Kalsel Syariah dan Bank Syariah Indonesia, serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) yang membawa sejumlah UMKM binaan dengan produk halal dan berizin edar.
“Layanan yang difasilitasi antara lain sertifikasi halal dan layanan zakat. Kami juga mendorong kampanye wakaf melalui program Wakaf Cendol 3 in 1,” ujarnya.
Melalui program tersebut, masyarakat dapat berwakaf mulai Rp5.000 dan memperoleh satu cup cendol dari UMKM lokal. Dana yang terkumpul akan disalurkan untuk mendukung tiga proyek wakaf yang tengah dihimpun pendanaannya.
Dengan penyelenggaraan National Halal Fair, Pemerintah Provinsi Kalsel dan Bank Indonesia berharap terbentuk ekosistem ekonomi syariah yang inklusif, terintegrasi, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kapasitas serta legalitas UMKM di Kalsel.
Editor : Tim Redaksi


