lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dari Fraksi PKS, Firman Yusi, mendorong realokasi belanja wajib (mandatory spending) infrastruktur dalam penyusunan APBD 2027 untuk mendukung ketahanan pangan.
Menurut Firman, alokasi anggaran infrastruktur selama ini cenderung terpusat pada sektor Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Ia mengusulkan agar sebagian anggaran tersebut juga didistribusikan ke organisasi perangkat daerah (OPD) yang menangani sektor pangan.
“Untuk APBD 2027, kita harus mencari celah regulasi agar anggaran ketahanan pangan tidak tergerus,” ujarnya, Rabu (25/3/2026) kemarin.
Ia menyampaikan hal tersebut usai menghadiri rapat kerja Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Kalsel yang membahas LKPJ Gubernur Tahun Anggaran 2025.
Firman menilai terjadi paradoks dalam kebijakan anggaran daerah. Di satu sisi, ketahanan pangan menjadi isu strategis, namun di sisi lain OPD yang menangani sektor tersebut justru mengalami penurunan anggaran pada 2026.
Menurutnya, kondisi itu berpotensi menghambat upaya menjaga stabilitas pasokan dan kemandirian pangan di daerah.
Firman menjelaskan, secara regulasi, realokasi anggaran tersebut memungkinkan dilakukan. Ia merujuk pada ketentuan pemerintah pusat terkait pengkodean belanja infrastruktur dalam APBD yang memberikan ruang perluasan definisi infrastruktur.
“Infrastruktur tidak hanya jalan dan jembatan, tetapi juga mencakup pertanian, irigasi, lumbung pangan, hingga distribusi pangan,” katanya.
Ia menyebut, dengan porsi belanja infrastruktur yang mencapai sekitar 40 persen dari APBD, sebagian anggaran tersebut seharusnya dapat dikelola oleh dinas yang membidangi pertanian, perkebunan, peternakan, ketahanan pangan, serta kelautan dan perikanan.
Firman berharap Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dapat melakukan pemetaan ulang skema belanja infrastruktur pada 2027, sehingga program ketahanan pangan lebih optimal.
“Ketahanan pangan tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus didukung anggaran yang memadai dan pengelolaan yang tepat,” katanya.
Editor: Tim Redaksi


