Selain itu, upaya peningkatan kualitas gizi keluarga juga dilakukan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai langkah percepatan penurunan stunting, khususnya pada fase 1.000 hari pertama kehidupan.
Muhidin menambahkan, meskipun dalam lima tahun terakhir penanganan stunting menunjukkan progres yang baik, Rakorda ini diharapkan dapat melahirkan berbagai program, kegiatan, dan rencana aksi untuk menghadapi tantangan dalam menurunkan angka stunting di Kalimantan Selatan.
“Melalui rakor ini diharapkan lahir langkah-langkah konkret dan kolaborasi bersama dalam menurunkan angka stunting di Kalsel sebagai bagian dari upaya menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Usai pembukaan kegiatan, Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat H M Muslim juga menyaksikan penyerahan sejumlah bantuan dari para pemangku kepentingan, pemberian penghargaan Genting Award 2025, serta penghargaan lain terkait Program Bangga Kencana.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana Tahun 2026 antara Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, Farah Adibah, dengan 13 kepala perangkat daerah kabupaten/kota se-Kalsel yang membidangi kependudukan dan pembangunan keluarga.
Kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari perwakilan Forkopimda Kalsel, TP PKK Provinsi Kalsel, instansi vertikal, SKPD lingkup Pemprov Kalsel, mitra kerja strategis, DPRD kabupaten/kota se-Kalsel, serta unsur terkait lainnya.
Editor: Tim Redaksi


