lenterakalimantan.com, SAMARINDA – Memasuki triwulan kedua 2026, Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas’ud (Harum) langsung menekan kinerja jajarannya. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta bergerak cepat melalui tiga instruksi utama, yakni percepatan realisasi anggaran, penguatan tata kelola, dan peningkatan sinergi lintas sektor.
Penegasan tersebut disampaikan saat morning briefing di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Senin (6/4/2026).
Pada instruksi pertama, Gubernur menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan program dan anggaran, khususnya yang berdampak langsung kepada masyarakat. Ia mengingatkan agar tidak terjadi penumpukan realisasi di akhir tahun anggaran.
“Hindari penumpukan di akhir tahun dan pastikan setiap kegiatan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran,” tegasnya.
Menurutnya, APBD harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara nyata. Karena itu, kegiatan yang tidak memerlukan pergeseran anggaran diminta segera dijalankan.
Instruksi kedua menyoroti penguatan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan. Seluruh OPD diminta mengoptimalkan anggaran berbasis kinerja, termasuk meningkatkan disiplin pelaporan dan absensi pegawai melalui Sistem Absensi Online (SAO).
Gubernur juga mengingatkan agar proses pengadaan barang dan jasa berjalan sesuai aturan yang berlaku.
“Pastikan seluruh proses pengadaan sesuai ketentuan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP),” tegasnya.
Sementara itu, pada instruksi ketiga, Gubernur menekankan pentingnya kolaborasi lintas perangkat daerah dengan mengesampingkan ego sektoral. Ia menilai keberhasilan pembangunan hanya dapat dicapai melalui kerja sama yang solid.
“Saya minta semua OPD lebih peka terhadap isu-isu nasional dan daerah. Bekerjalah dengan integritas dan semangat tinggi,” ujarnya.
Selain itu, Gubernur juga berharap dukungan insan pers dalam menyebarluaskan informasi positif kepada masyarakat. Salah satunya program beasiswa pendidikan yang telah menjangkau 48.676 mahasiswa.
Ia menyebutkan, pencairan tahap kedua telah dilakukan dan akan berlanjut pada tahap berikutnya, dengan target total penerima mencapai 158.981 mahasiswa pada 2026.
“Mohon dukungan teman-teman wartawan agar semua program dapat berjalan optimal,” tambahnya.
Kegiatan tersebut turut diikuti Wakil Gubernur Seno Aji secara daring melalui Zoom Meeting dan dimoderatori Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni. Hadir pula para pimpinan OPD serta pejabat eselon III di lingkungan Pemprov Kaltim.


