lenterakalimantan.com, SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Dr.Rudy Mas’ud terlihat terlihat keluar dari kantor Gubernur sekitar pukul 20.00 WITA.
Ia terpantau berjalan menuju Rumah Jabatan tanpa memberikan pernyataan apa pun kepada awak media maupun petugas di lokasi.
Setelah sebelumnya ribuan massa menggelar unjuk rasa yang berakhir ricuh akibat tak kunjung ditemui oleh orang nomor satu di Kaltim tersebut.
Mungkin sedikit saja pak, ada yang mau disampaikan? tanya salah satu jurnalis. “Nanti dengan ibu sekda ya,”sebut dia singkat sambil berjalan kaki menuju rumah jabatan.
Sejak siang hari, ribuan massa sudah memadati gerbang masuk Kantor Gubernur di Jalan Gajah Mada. Dengan membawa spanduk tuntutan dan pengeras suara, orator bergantian menyuarakan aspirasi mereka.
Sejumlah peserta aksi yang dikenal dengan Aksi Massa 21 April ini juga mengaku sempat melihat sosok Rudy Mas’ud memantau jalannya aksi dari ruang kerjanya.
Keberadaan tersebut terlihat dari kejauhan, kendati demikian ia tak menemui massa hingga sore hari. Peserta aksi sebagian membubarkan diri di wajah mereka nampak kecewa ketidakhadiran gubernur di tengah mereka.
Memasuki pukul 18.00 WITA, situasi kian memanas setelah sebagian massa yang kecewa mulai melakukan aksi pelemparan ke arah dalam kantor gubernur.
Botol air mineral, batu, hingga pecahan material lainnya diarahkan ke area dalam sebagai bentuk pelampiasan kekecewaan karena tidak adanya respons dari pihak pemprov.
Di sisi lain, aksi pembakaran ban sempat terjadi di ruas Jalan depan Kantor Gubernur, yang menambah eskalasi ketegangan dan menciptakan kepulan asap di lokasi unjuk rasa.
Melihat massa yang tidak kunjung berhenti melakukan pelemparan dan tindakan provokatif, aparat keamanan akhirnya mengambil langkah tegas.
Untuk meredam amuk massa, petugas melakukan aksi penyiraman air menggunakan unit water cannon ke arah kerumunan.
Petugas Satpol PP dan kepolisian yang berjaga di balik pagar tetap bersiaga penuh mengamankan objek vital tersebut.
Setelah tindakan tegas dari aparat, massa akhirnya perlahan membubarkan diri dengan pengawalan ketat kepolisian.
Meski kondisi berangsur tenang setelah massa bubar dan gubernur terlihat melintas pada jam 20.00 WITA tadi, namun pihak pemprov belum memberikan keterangan resmi.
Rudy Mas’ud sendiri sebelumnya menyampaikan bahwa dirinya bersama sejumlah pejabat setempat akan tetap standby di kantor dan menyambut kedatangan massa yang menyampaikan aspirasi.
Namun untuk berhadapan langsung dengan peserta aksi ia akan melihat situasional di lapangan.
“Saya lebih senang kalau kita melaksanakan dengan dialog. Dialektika lebih kita utamakan. Pintu dari kantor gubernur terbuka 24jam, siapa saja dan dimana saja tidak pernah kami tolak,”katanya.
Tidak hanya paguyuban perorangan pun kami terima. “Jadi jangan pernah ada beranggapan susah bertemu gubernur Kalimantan Timur, tidak,”.
Editor : Sultan


