lenterakalimantan.com, TANJUNG – Puluhan petani yang tergabung dalam Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Tabalong menggelar Rembug Paripurna di Aula BPKAD pada Kamis (09/04/2026).
Acara tersebut dibuka secara daring oleh Bupati Tabalong, Muhammad Noor Rifani, sementara jalannya rembug dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Tabalong, Habib M. Taufani Alkaf.
Forum tertinggi organisasi petani ini berfokus pada membahas strategi peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan serta pemilihan pengurus KTNA untuk periode mendatang.
Dalam arahannya, Rifani menyampaikan bahwa pemerintah daerah saat ini telah menjalankan berbagai program strategis untuk menunjang kesejahteraan sektor pertanian.
”Seperti Bela Tani (Beli Beras dari Petani), pemerintah membeli dengan harga di atas pasaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan sumber pendanaan program tersebut berasal dari infak, sedekah, dan sumbangan ASN di lingkungan Pemkab Tabalong. Beras yang dibeli dari petani lokal kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat yang kurang mampu.
Selain itu, pemerintah juga memfasilitasi akses permodalan melalui pinjaman tanpa bunga (nol persen). Kelompok Tani dapat mengajukan modal peningkatan produktivitas pertanian dengan plafon maksimal Rp30 juta melalui BPR (Bank Perekonomian Rakyat) Tabalong.
Dengan adanya berbagai stimulus tersebut, dirinya berharap para petani dan pekebun di Bumi Saraba Kawa dapat memanfaatkannya secara maksimal untuk kemajuan usaha tani mereka.
Senada dengan hal itu, Wakil Bupati Tabalong, Habib M. Taufani Alkaf, menegaskan komitmen pemerintah untuk selalu hadir di tengah petani, terutama dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
”Tahun ini, pemerintah telah menyiapkan sekitar Rp18 miliar untuk modal para kelompok petani,” ucapnya.
Ia merinci bahwa pinjaman modal tersebut berkisar antara Rp3 juta hingga maksimal Rp30 juta, yang diberikan tanpa jaminan, tanpa biaya administrasi, dan tanpa bunga.
”Kami minta tolong teman-teman dalam KTNA bisa memanfaatkannya dengan sebaik mungkin,” jelasnya.
Editor: Rizki


