lenterakalimantan.com, SAMARINDA – Kalimantan Timur terus menunjukkan dominasinya dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ). Dalam kurun tiga tahun terakhir, provinsi ini berhasil mengoleksi 90 prestasi di tingkat nasional maupun internasional, sebuah capaian yang menandai lompatan besar dibandingkan puluhan tahun sebelumnya.
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, mengatakan peningkatan prestasi tersebut merupakan buah dari pembinaan yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan terhadap para qari dan qariah.
“Sejak 1976 hingga 2023, kita baru mengumpulkan 45 prestasi. Alhamdulillah, pada 2024 berhasil meraih 51 prestasi dan pada 2025 kembali menambah 20 prestasi. Total hingga kini sudah mencapai 116 prestasi,” ujar Sri Wahyuni, Minggu (21/6/2026).
Ia menjelaskan, selama bertahun-tahun prestasi qari dan qariah Kaltim di tingkat MTQ dan STQ nasional umumnya hanya berkisar satu hingga tiga penghargaan setiap penyelenggaraan. Bahkan, sebelum lonjakan prestasi dalam beberapa tahun terakhir, pencapaian terbaik hanya terjadi pada 2010 dengan raihan lima prestasi.
Tak hanya di tingkat nasional, Kaltim juga semakin diperhitungkan di pentas internasional. Hingga pertengahan 2026, qari dan qariah Kaltim telah mempersembahkan 34 prestasi internasional, terdiri atas empat prestasi pada 2024, sebelas prestasi pada 2025, serta empat prestasi hingga Juni 2026. Dengan demikian, total capaian nasional dan internasional dalam tiga tahun terakhir mencapai 90 prestasi.
Menurut Sri Wahyuni, keberhasilan tersebut tidak lepas dari pembinaan yang dilakukan secara serius, dukungan para pelatih, ofisial, serta sinergi seluruh jajaran LPTQ provinsi maupun kabupaten/kota.
“Tak kalah penting adalah kolaborasi dan sinergi yang baik dari seluruh jajaran LPTQ di provinsi dan kabupaten/kota,” tegasnya.
Prestasi membanggakan lainnya adalah keberhasilan Kalimantan Timur menjadi Juara Umum MTQ Nasional XXX Tahun 2024 di Samarinda. Konsistensi itu kembali dibuktikan saat Kafilah Kaltim keluar sebagai juara umum pada STQH Nasional XXVIII Tahun 2025 di Kendari, Sulawesi Tenggara.
Sri Wahyuni menyebut kunci keberhasilan tersebut terletak pada pola pembinaan yang dilakukan secara masif dan berkesinambungan, termasuk melibatkan mahasiswa asal Kalimantan Timur yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri.
“Kuncinya pembinaan masif dan berkesinambungan. Bukan hanya qari dan qariah dari dalam daerah, tetapi mahasiswa Kaltim yang sedang studi di luar negeri juga kami libatkan,” katanya.
Di tingkat internasional, dua qari Kalimantan Timur, Imranul Karim pada cabang tilawah dan Yasin Albar pada cabang tahfiz 30 juz, sukses menjadi juara dalam MTQ Internasional ke-4 di Jakarta pada 2025.
Terbaru, Imranul Karim yang berasal dari Kabupaten Kutai Timur kembali mengharumkan nama Indonesia setelah meraih Juara I pada MTQ Internasional di Kazan, Rusia, yang berlangsung pada 22–25 April 2026.
Ke depan, LPTQ Kalimantan Timur berkomitmen terus memperkuat pembinaan qari dan qariah sebagai bagian dari syiar Islam sekaligus upaya mempertahankan prestasi yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional.


