lenterakalimantan.com, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam upaya mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas’ud (Harum) saat menghadiri Pengukuhan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Provinsi Kaltim Masa Khidmat 2025–2030 yang digelar di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Senin (22/6/2026).
Menurut Gubernur Harum, amanah yang diemban para pengurus MUI bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar dalam membimbing umat, menjaga persatuan, serta berkontribusi bagi kemajuan daerah.
“Kita bersinergi, Pak Kiai. Pemerintah membangun fisiknya, sementara MUI membangun dan membentuk mental serta akhlaknya agar generasi kita tidak hanya berkualitas, tetapi juga berkarakter,” ujarnya.
Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah dan MUI menjadi hal yang sangat penting, terlebih Kalimantan Timur kini memegang peran strategis sebagai beranda Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya, masyarakat membutuhkan arahan, keteladanan, dan kesejukan dalam menghadapi berbagai dinamika sosial, kebangsaan, dan kenegaraan.
“Pembangunan tidak akan berdampak maksimal apabila tidak diimbangi dengan kesiapan mental, spiritual, dan intelektual masyarakat,” tegasnya.
Gubernur Harum juga mengingatkan bahwa Kalimantan Timur merupakan daerah dengan tingkat keberagaman yang tinggi, baik dari sisi suku, budaya, agama, maupun latar belakang sosial.
“Keberagaman ini merupakan kekuatan yang harus terus kita rawat. Kami berharap MUI tetap menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan dan kerukunan umat, serta membangun kehidupan yang damai, saling menghormati, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan,” harapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, menegaskan bahwa MUI tidak hanya berperan sebagai lembaga keagamaan, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai agama, moral, dan kebangsaan.
“Ulama memiliki peran besar dalam menjaga harmoni, memperkuat persaudaraan, serta menghadirkan pemahaman agama yang membawa kedamaian dan kemaslahatan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, turut dikukuhkan Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kaltim KH Farid Wadjdy dan Ketua Umum MUI Kaltim KH Muhammad Rasyid.
Acara juga dirangkai dengan penyerahan piagam penghargaan kepada HM Jos Soetomo serta penandatanganan nota kesepahaman antara MUI dengan Bankaltimtara, Baznas, RSJ Atma Husada Mahakam, PGRI, dan IKIP PGRI.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Forkopimda Kaltim, jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Kaltim, pimpinan organisasi kemasyarakatan, serta pengurus komisi, badan, dan lembaga MUI Kaltim.

