Lenterakalimantan.com, SAMARINDA – Posisi Kalimantan Timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin menguat. Hal itu ditandai dengan keputusan Bank Syariah Indonesia (BSI) memindahkan kantor regional wilayah Kalimantan dari Kalimantan Selatan ke Kota Balikpapan. Langkah strategis tersebut mendapat sambutan positif dari Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas’ud (Harum).
Apresiasi itu disampaikan Gubernur Harum saat menerima kunjungan silaturahmi jajaran manajemen BSI di Ruang Rapat Gubernur Kaltim, Kamis (9/7/2026).
Rombongan BSI dipimpin Regional CEO Kalimantan Asep Suria Hidayat, didampingi Area Manager Kaltim-Kaltara Andi Asni, Islamic Ecosystem Manager Lisa Umami, Funding & Transaction Retail Manager Kaltimtara Zulfiqar Ikbal, serta Kepala Cabang BSI Samarinda Hendri Hariadi.
Dalam pertemuan tersebut, Harum menilai pemindahan kantor regional BSI ke Kalimantan Timur merupakan keputusan yang tepat mengingat provinsi ini kini menjadi lokasi Ibu Kota Nusantara sekaligus salah satu motor penggerak ekonomi nasional.
“Sangat wajar jika kantor regional BSI untuk wilayah Kalimantan berada di sini. Apalagi IKN juga berada di sini,” ujar Harum.
Ia berharap kehadiran kantor regional BSI di Kaltim mampu memperkuat layanan perbankan syariah, meningkatkan investasi, serta memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha dan masyarakat.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada BSI dan seluruh sektor perbankan yang selama ini berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur.
Menurutnya, ekonomi Kaltim pada 2025 mampu tumbuh sebesar 4,53 persen. Capaian tersebut tidak lepas dari sinergi pemerintah, dunia usaha, dan industri perbankan.
“Berkat dukungan teman-teman perbankan, pertumbuhan ekonomi Kaltim terus terjaga dengan baik,” katanya.
Harum menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku telah mencapai lebih dari Rp889 triliun. Sementara itu, PDRB per kapita tercatat sebesar Rp208,33 juta per tahun.
Dengan capaian tersebut, Kaltim menjadi provinsi dengan nilai PDRB terbesar di Pulau Kalimantan.
“Nilai PDRB Kaltim bahkan hampir setara dengan Jakarta, padahal jumlah penduduk kami hanya sekitar 4,3 juta jiwa,” ungkapnya.
Sementara itu, Regional CEO Kalimantan BSI Asep Suria Hidayat mengatakan pembangunan kantor regional BSI wilayah Kalimantan di Kota Balikpapan kini memasuki tahap akhir.
“Saya sudah sembilan bulan di Kalimantan, Pak Gubernur. Saat ini pembangunan kantor wilayah di Kaltim telah mencapai sekitar 90 persen dan segera dirampungkan,” ujarnya.
Selain menyampaikan perkembangan pembangunan kantor regional, Asep juga memaparkan sejumlah program dan produk BSI yang berpotensi disinergikan dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Kerja sama tersebut mencakup penguatan ekosistem ekonomi syariah, layanan keuangan, hingga pelaksanaan berbagai program sosial bagi masyarakat.
Turut hadir dalam pertemuan itu Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda, Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Kaltim Iwan Darmawan, serta jajaran Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan.


