lenterakalimantan.com, PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat inflasi di wilayah tersebut masih berlanjut pada Juni 2026. Secara bulanan (month-to-month), inflasi tercatat sebesar 0,23 persen, sementara secara tahunan (year-on-year) mencapai 4,47 persen.
Berdasarkan pemantauan di empat kabupaten/kota, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kalimantan Tengah meningkat dari 112,35 pada Mei 2026 menjadi 112,61 pada Juni 2026.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Maria Wahyu Utami, menyebutkan kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar inflasi bulanan dengan andil 0,25 persen.
“Komoditas utama penyumbang inflasi month-to-month yaitu bensin sebesar 0,24 persen, diikuti bawang merah 0,07 persen, minyak goreng 0,06 persen, serta ikan patin dan pelumas atau oli mesin yang masing-masing memberikan andil 0,03 persen,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).
Secara kumulatif sejak awal tahun (year-to-date), inflasi Kalimantan Tengah tercatat sebesar 2,39 persen.
Sementara itu, inflasi tahunan sebesar 4,47 persen didominasi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil mencapai 2,37 persen.
Adapun komoditas yang memberikan kontribusi signifikan terhadap inflasi tahunan antara lain beras dengan andil 0,67 persen, emas perhiasan 0,58 persen, bensin 0,25 persen, ikan nila 0,24 persen, serta minyak goreng sebesar 0,21 persen.
Maria menambahkan, seluruh kabupaten/kota IHK di Kalimantan Tengah mengalami inflasi baik secara bulanan maupun tahunan.
“Hasil pemantauan BPS menunjukkan bahwa secara month-to-month maupun year-on-year, seluruh kabupaten/kota mengalami inflasi,” jelasnya.
Kenaikan Tarif BBM Picu Inflasi di Kalteng
Menurut BPS, salah satu faktor yang memengaruhi kenaikan inflasi pada Juni 2026 adalah penyesuaian tarif Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh Pertamina yang dilakukan sebanyak dua kali dalam sebulan.
Kenaikan harga BBM tersebut turut mendorong peningkatan biaya transportasi dan berdampak pada harga sejumlah komoditas lainnya.
BPS memastikan akan terus memantau perkembangan harga barang dan jasa sebagai dasar penyusunan data inflasi, yang menjadi salah satu indikator penting dalam menggambarkan kondisi perekonomian daerah.
Editor: Rizki


