Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, mengapresiasi langkah OJK dalam memperkuat sinergi pengembangan UMKM melalui digitalisasi keuangan.
Menurutnya, transformasi digital harus dibarengi dengan peningkatan literasi keuangan, pendampingan usaha, serta pembenahan pencatatan keuangan agar pelaku UMKM semakin mudah mengakses pembiayaan formal.
“Forum ini bukan sekadar diskusi, tetapi momentum untuk menyatukan visi, memperkuat sinergi, dan membangun langkah nyata agar digitalisasi keuangan menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur,” ujarnya.
Adapun, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Mochamad Muchlasin, mengungkapkan perekonomian Sulawesi Selatan pada triwulan I 2026 tumbuh 6,88 persen, lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen.
Ia menambahkan, pengembangan ekonomi daerah ke depan akan difokuskan pada hilirisasi, peningkatan inklusi keuangan, penguatan koordinasi antarlembaga jasa keuangan, pendampingan usaha, serta peningkatan kapasitas pelaku UMKM.
FGD tersebut dihadiri perwakilan Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), pemerintah daerah, akademisi, industri jasa keuangan, koperasi, serta pelaku UMKM dari berbagai sektor.
Melalui forum tersebut, OJK bersama para pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem digitalisasi keuangan yang mampu memperluas akses pembiayaan, meningkatkan daya saing UMKM, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di kawasan Indonesia Timur.
Sumber: Siaran Pers OJK


