lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H Suripno Sumas, menggelar Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila (Sosrev) dengan pendekatan tausyiah di Banjarmasin, Selasa (21/7/2026). Pendekatan tersebut dipilih sebagai upaya menghadirkan metode penyampaian yang lebih komunikatif dan mudah diterima masyarakat.
Menurut Suripno, sosialisasi mengenai nilai-nilai Pancasila perlu dilakukan dengan pendekatan yang relevan agar peserta tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, konsep tausyiah dinilai dapat menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan kebangsaan melalui perspektif keagamaan.
“Kalau pelaksanaan Sosrev seperti selama ini terkesan monoton, kami ubah dengan cara tausyiah,” ujar Suripno.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan tersebut mengatakan, materi sosialisasi kali ini difokuskan pada sila keempat Pancasila, yakni Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Menurutnya, sila tersebut memiliki makna penting dalam membangun budaya demokrasi yang berlandaskan musyawarah, kebijaksanaan, dan semangat kebersamaan.
Ia menjelaskan, penerapan nilai-nilai sila keempat tidak hanya berlaku dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat, mulai dari lingkungan keluarga hingga komunitas. Musyawarah, kata dia, menjadi sarana untuk menyelesaikan persoalan dengan mengedepankan kepentingan bersama dibandingkan kepentingan pribadi atau golongan.
Suripno berharap kegiatan sosialisasi tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila sekaligus mendorong pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, penguatan ideologi Pancasila menjadi penting sebagai benteng dalam menghadapi berbagai paham yang bertentangan dengan dasar negara maupun yang berpotensi mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.
“Kami berharap masyarakat tidak hanya memahami Pancasila sebagai dasar negara, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari sehingga tetap terjaga persatuan, toleransi, dan semangat gotong royong,” katanya.
Kegiatan Sosrev tersebut menghadirkan Ustadz Nurkhozin Fahmi Hamdi sebagai narasumber. Dalam tausyiahnya, ia mengajak peserta untuk menjadikan nilai-nilai musyawarah sebagai bagian dari kehidupan, sebagaimana diajarkan dalam ajaran Islam.
Menurut Nurkhozin, Al-Qur’an mengajarkan pentingnya menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, menghindari sikap egois, serta menghargai pendapat orang lain. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, sejalan dengan semangat yang terkandung dalam sila keempat Pancasila.
“Musyawarah merupakan salah satu ajaran yang ditekankan dalam Islam. Ketika setiap orang mau saling mendengar dan menghargai pendapat orang lain, maka akan lahir keputusan yang membawa kemaslahatan bersama,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran agama. Sebaliknya, prinsip-prinsip yang terkandung dalam Pancasila memiliki keselarasan dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam Al-Qur’an.
“Pancasila sejalan dengan Al-Qur’an,” tegasnya.
Melalui sosialisasi yang dikemas dalam bentuk tausyiah tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai ideologi Pancasila, tetapi juga diajak melihat keterkaitan antara nilai-nilai kebangsaan dengan ajaran agama. Diharapkan pendekatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat musyawarah, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Editor: Tim Redaksi


