lenterakalimantan.com, BARITO KUALA – Pengalaman melihat langsung persoalan masyarakat menjadi pintu masuk H. Zahruddinsyah, S.ST. atau yang akrab disapa Haji Didin, ke dunia politik.
Sebelum aktif bersama Partai Demokrat, pria kelahiran 22 Agustus 1984 ini lebih dahulu mengenal Kabupaten Barito Kuala (Batola) melalui dunia usaha. Sejak 2017, ia mulai mengembangkan aktivitas bisnis di Kecamatan Wanaraya, khususnya pada sektor perkebunan kelapa sawit.
Saat itu, Zahruddinsyah melihat potensi besar di sektor sawit yang tengah berkembang. Di tengah kesibukannya sebagai pelaku usaha, ia juga menemukan sejumlah persoalan yang menurutnya perlu dibenahi, salah satunya terkait sistem transaksi hasil perkebunan.
Penggunaan timbangan dacing menjadi salah satu hal yang menarik perhatiannya.
“Waktu itu saya melihat di Wanaraya masih menggunakan timbangan dacing. Saya berpikir, sudah saatnya masyarakat mendapatkan fasilitas timbangan digital,” ujar Zahruddinsyah saat ditemui di Desa Roham Raya, Kecamatan Wanaraya, Jumat (7/8/2026).
Gagasan tersebut kemudian diwujudkan dengan membangun fasilitas timbangan digital untuk kendaraan pengangkut sawit.
Bagi Zahruddinsyah, langkah itu bukan sekadar bagian dari pengembangan usaha. Ia ingin proses transaksi berjalan lebih mudah dan transparan, sekaligus membangun kepercayaan antara petani dengan pelaku usaha.
Dari aktivitas tersebut, ia semakin sering bersentuhan dengan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, terutama petani dan pelaku usaha sawit.
Ia menyadari, tidak semua persoalan dapat diselesaikan melalui jalur bisnis. Ada persoalan infrastruktur, akses jalan hingga kebijakan pemerintah yang secara langsung memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat.
Pengalaman itulah yang kemudian mendorongnya melihat politik sebagai salah satu jalan untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Kalau bukan pelakunya sendiri yang menyampaikan, suara para pebisnis sawit dan petani ini tidak akan terdengar. Karena itu, aspirasi mereka harus ada yang memperjuangkan,” katanya.
Dari pemikiran tersebut, Zahruddinsyah memutuskan bergabung dengan Partai Demokrat.
Baginya, politik bukan sekadar arena perebutan kekuasaan. Politik harus menjadi ruang untuk membawa persoalan masyarakat ke dalam pembahasan kebijakan, terutama menyangkut kepentingan petani, pengepul, pelaku usaha, dan masyarakat di daerah.
Kini, setelah terjun ke dunia politik, perhatian Zahruddinsyah tidak lagi hanya tertuju pada sektor usaha yang selama ini digelutinya.
Ia mulai mengambil peran dalam upaya memperkuat mesin politik Partai Demokrat di Kabupaten Barito Kuala. Salah satu fokusnya adalah memastikan struktur dan kader partai dapat bergerak hingga ke tingkat akar rumput.
Zahruddinsyah menyebut struktur Partai Demokrat saat ini telah terbentuk di 17 kecamatan di Batola. Menurutnya, keberadaan struktur tersebut menjadi modal penting untuk membangun kekuatan politik partai di seluruh wilayah kabupaten.
“Kalau berbicara politik Demokrat di Batola, tentu cakupannya seluruh kabupaten. Kami di 17 kecamatan siap mencari suara sebanyak-banyaknya,” tegasnya.
Ia mengakui, membangun kekuatan partai tidak cukup hanya dengan mengandalkan struktur organisasi. Kekompakan kader, konsistensi turun ke masyarakat, serta kemampuan menjaga komunikasi di tingkat bawah menjadi faktor penting.
Karena itu, ia menilai militansi kader Demokrat di Batola perlu terus dirawat dan diperkuat.
Target tersebut sejalan dengan arahan Ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Selatan Rusli Rozano Zarwan yang mendorong DPC Partai Demokrat Batola mampu membentuk satu fraksi.
Bagi Zahruddinsyah, target tersebut bukan sesuatu yang mustahil. Namun, pencapaiannya membutuhkan kerja politik yang terukur dan konsisten di seluruh kecamatan.
“Target realistis itu satu fraksi. Saya yakin kader-kader Demokrat ini sebenarnya militan. Tinggal bagaimana kami menggerakkan, memelihara, dan memperkuat soliditas di tingkat akar rumput,” ujarnya.
Dengan struktur yang telah terbentuk di 17 kecamatan, Zahruddinsyah optimistis Demokrat Batola memiliki modal untuk mengejar target tersebut.
Perjalanannya dari dunia usaha ke politik juga membuatnya melihat persoalan masyarakat dari sudut pandang yang berbeda. Ia tidak ingin politik berhenti pada aktivitas partai, tetapi mampu menjadi jembatan bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.
Bagi Zahruddinsyah, pengalaman di lapangan menjadi bekal penting untuk memahami kebutuhan masyarakat.
Dari timbangan sawit hingga politik, ia kini memilih memperluas pengabdiannya melalui Partai Demokrat dengan satu tujuan: memperkuat suara masyarakat hingga ke tingkat akar rumput di 17 kecamatan Kabupaten Barito Kuala.
Editor : Tamyiz


