lenterakalimantan.com, KOTABARU – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (Indocement) Plant 12 Tarjun menggelar Media Gathering II 2026 bersama insan pers, Selasa (25/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di objek wisata Goa Lowo, Desa Tegalrejo, Kecamatan Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru, tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan komunikasi antara perusahaan dengan media.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan manajemen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk., Eva, Kepala Desa Tegalrejo, Ketua BUMDes, Ketua TPS3R, serta wartawan dari berbagai media cetak, elektronik, dan digital.
Selain mempererat silaturahmi, Media Gathering II 2026 juga menjadi kesempatan bagi Indocement untuk memperkenalkan sejumlah program pemberdayaan masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan perusahaan kepada insan pers.
Manajemen Indocement menyampaikan, pemilihan Goa Lowo sebagai lokasi kegiatan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus mempromosikan potensi wisata lokal.
Melalui kegiatan tersebut, Indocement menegaskan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL/CSR), tidak hanya melalui penyediaan produk konstruksi, tetapi juga dengan mendorong pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Dalam rangkaian kegiatan, para wartawan diajak melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah UMKM dan program pemberdayaan masyarakat binaan Indocement. Kunjungan tersebut bertujuan memberikan gambaran langsung mengenai dampak program perusahaan terhadap pengembangan ekonomi masyarakat setempat.
Rombongan mengunjungi tiga lokasi utama, yakni UMKM peternakan sapi perah, UMKM ecoprint “Godong Ayu”, dan TPS3R Rejo Lestari. Ketiganya menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus penguatan ekonomi lokal dan kepedulian terhadap lingkungan.
Salah seorang peternak sapi perah binaan Indocement asal Kecamatan Kelumpang Hilir, Iwanto, mengatakan kualitas susu segar sangat dipengaruhi oleh pola perawatan ternak yang dilakukan secara konsisten.
Menurut Iwanto, terdapat tiga hal utama yang menjadi perhatian dalam pengelolaan peternakan, yakni sanitasi kandang, pemenuhan nutrisi pakan, dan proses pemerahan yang higienis.
Ia juga mengapresiasi pendampingan yang diberikan Indocement secara berkelanjutan, mulai dari pelatihan tata kelola usaha, menjaga kebersihan produk, hingga dukungan sarana promosi.
Sementara itu, dokter hewan drh. Budi menyebut pengembangan produk susu yang dilakukan peternak binaan menjadi salah satu capaian positif program pemberdayaan tersebut.
“Produksi 10 sampai 15 liter per minggu yang berhasil diolah menjadi varian rasa cokelat, melon, dan original ini sangat membanggakan. Ini membuktikan bahwa peternak binaan Indocement mampu menguasai aspek hulu hingga hilir, mulai dari pemeliharaan ternak hingga penyajian produk olahan yang bernilai ekonomis,” ujar drh. Budi.
Melalui sinergi yang semakin kuat dengan insan pers, Indocement berharap informasi mengenai program keberlanjutan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan UMKM binaan dapat tersampaikan kepada masyarakat secara luas.
Perusahaan juga berharap berbagai program tersebut dapat memberikan manfaat berkelanjutan serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional Indocement.
Editor: Tim Redaksi


