lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Sebanyak 102 murid kelas XI SMK Negeri 3 Banjarmasin mengikuti pembelajaran di luar lingkungan sekolah melalui kunjungan ke Pra-Biennale Kalimantan 2026 di UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan, Banjarmasin, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan ini melibatkan murid dari berbagai program keahlian yang mengikuti Mata Pelajaran Pilihan (Mapil) Content Creator dan Fotografi.
Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi kesempatan bagi murid untuk melihat dan mengapresiasi karya seni, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran kontekstual dengan menerapkan kompetensi yang dipelajari di kelas. Dua kelas yang mengikuti Mata Pelajaran Pilihan Content Creator ditugaskan membuat konten media promosi dan ulasan mengenai kunjungan, sementara satu kelas Fotografi mengembangkan karya foto esai bertema “Cerita di Balik Sajian”. Dari kegiatan tersebut dihasilkan sedikitnya 40 konten promosi tentang Pra-Biennale Kalimantan 2026 dan 30 karya foto esai.
Guru pengajar Content Creator, Zainal Muttaqin, SKM, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi murid untuk memperluas pengalaman visual sekaligus belajar memahami karya seni dari berbagai perspektif. Menurutnya, pelaksanaan Pra-Biennale Kalimantan yang berlangsung selama beberapa hari menjadi momentum yang tepat untuk mengajak murid belajar langsung di ruang pameran.
“Pameran Pra-Biennale Kalimantan sedang dilaksanakan selama beberapa hari, sayang jika dilewatkan. Ini kesempatan bagus untuk mengajak para murid berkunjung, melihat serta mempelajari berbagai hal. Selain itu, murid juga harus meningkatkan literasi dan pengalaman visual sehingga ke depan dapat membantu mereka dalam berkarya dengan mediumnya masing-masing. Ini yang mendasari kami mengajak murid dari berbagai jurusan,” ujar Zainal.
Ia menjelaskan, murid yang mengikuti kunjungan merupakan peserta Mata Pelajaran Pilihan Content Creator sehingga kegiatan tidak berhenti pada aktivitas melihat pameran. Mereka juga diarahkan untuk mengolah pengalaman kunjungan menjadi konten edukatif dan informatif berdasarkan sudut pandang masing-masing. Zainal menilai pengalaman tersebut menjadi penting karena sebagian murid baru pertama kali mengunjungi pameran seni rupa.
“Ini pengalaman pertama murid berkunjung ke pameran seni rupa, tentu menjadi hal baru untuk mereka. Sangat wajar jika ada karya seni yang ditampilkan di Pra-Biennale Kalimantan yang belum mereka pahami dengan jelas. Harapannya, dari sini murid dapat memahami bahwa sebuah gagasan atau ide dapat diwujudkan menjadi sebuah karya seni nyata dengan berbagai perspektif dan format media yang bisa bertemu dengan target audiensnya,” katanya.
Sementara itu, guru pengajar Fotografi, M. Rizal, S.Pd., mengatakan kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada murid untuk menerapkan materi fotografi secara langsung sekaligus mengembangkan kemampuan dalam membaca sebuah peristiwa melalui bahasa visual. Dalam tugas foto esai bertema “Cerita di Balik Sajian”, murid diarahkan menggunakan berbagai jenis pengambilan gambar, seperti Establishing Shot, Wide Shot, Medium Shot, Detail Shot, Human Interest, Unusual Perspective, dan Story Photo.
“Alhamdulillah hari ini anak-anak diberikan kesempatan untuk belajar di luar lingkungan sekolah. Selain melihat berbagai karya seni khususnya foto yang ada dalam pameran, para murid juga ditugaskan membuat karya photo essay dengan tema ‘Cerita di Balik Sajian’. Mereka tidak hanya dituntut menghasilkan foto yang indah secara visual, tetapi juga mampu bercerita dan menyampaikan makna,” ujar Rizal.
Antusiasme murid terlihat sepanjang kegiatan. Salah satunya dirasakan Arief Kahfi Ramadhan, murid Mata Pelajaran Pilihan Fotografi, yang mengaku mendapatkan pengalaman berbeda karena pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas.
“Saya sangat senang karena pembelajaran hari ini tidak hanya mempelajari materi tentang kamera seperti biasa, tetapi mempraktekkannya secara langsung dengan berbagai sudut pandang sekaligus mengeksplorasi seni yang ada di Pra-Biennale Kalimantan. Kami mulai dari presensi dan registrasi pengunjung, kemudian melihat karya-karya yang dipamerkan sekaligus mengambil gambar untuk tugas dan diakhiri dengan foto bersama. Ilmu baru yang saya pelajari adalah bagaimana cara melihat seni sebagai suatu objek yang indah sehingga dapat difoto dengan hasil yang menarik,” kata Arief.
Pra-Biennale Kalimantan 2026 berlangsung pada 10–24 Agustus 2026 di Gedung Wargasari, Taman Budaya Kalimantan Selatan, Banjarmasin. Mengusung tema “Sajian: Makanan Sebagai Bahasa Pertama”, kegiatan ini menampilkan karya dari 33 perupa se-Kalimantan sebagai ruang konsolidasi jejaring seni rupa menuju panggung nasional dan internasional.
Bagi SMK Negeri 3 Banjarmasin, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari penerapan pembelajaran Mata Pelajaran Pilihan pada Fase F Kurikulum Merdeka. Mata pelajaran pilihan memungkinkan murid kelas XI dan XII memperdalam kompetensi sesuai minat, bakat, aspirasi studi lanjutan, maupun kebutuhan dunia kerja, termasuk melalui pilihan lintas konsentrasi keahlian.
Melalui pengalaman langsung di ruang pameran, para murid tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai seni dan karya visual, tetapi juga belajar mengamati, menginterpretasi, mengomunikasikan gagasan, serta menghasilkan karya kreatif. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat literasi visual dan pengalaman berkarya murid sekaligus mempertemukan pembelajaran sekolah dengan perkembangan ekosistem seni dan kreatif di Kalimantan.
Rilis


