lenterakalimantan.com, MARTAPURA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar sepanjang periode penanganan tahun 2026 tercatat mencapai 234 kejadian dengan total luas lahan terbakar 1.193,158 hektare.
Data rekapitulasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar mencatat, sebaran kebakaran terjadi di 66 desa pada 13 kecamatan. Dari total luasan tersebut, sekitar 31 hektare merupakan kawasan hutan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis, mengatakan data tersebut merupakan pembaruan yang dihimpun sejak awal Juli hingga saat ini.
“Luasan lahan yang terbakar sampai hari ini, update, kurang lebih 1.193 hektare. Tersebar di 66 desa dan 13 kecamatan,” ujar Wasis.
Ia menjelaskan, sebagian besar lahan yang terbakar merupakan semak belukar, sementara sisanya berada di kawasan hutan. Kondisi ini membuat karakter kebakaran bervariasi dan penanganannya harus disesuaikan di lapangan.
Sebanyak 13 kecamatan yang terdampak karhutla tersebut meliputi Kecamatan Aranio, Beruntung Baru, Cintapuri Darussalam, Gambut, Karang Intan, Kertak Hanyar, Martapura, Martapura Barat, Martapura Timur, Pengaron, Simpang Empat, Sungai Tabuk, dan Tatah Makmur.
Baca juga: Kemarau Panjang, Petani di Kabupaten Banjar Terancam Gagal Panen
Menurut Wasis, prioritas penanganan difokuskan pada titik api yang mendekati permukiman warga.
“Prioritas utama itu area yang mendekati permukiman. Itu yang pertama kita tangani, baik dengan pembasahan maupun penyekatan,” jelasnya.
BPBD juga terus melakukan upaya pembasahan pada area yang masih berpotensi menyimpan api, khususnya di lahan gambut. Pasalnya, api yang tampak padam di permukaan belum tentu benar-benar mati di bagian bawah tanah.
“Gambut itu ketika kita padamkan di atas, di bawah belum tentu padam. Jadi bisa saja besoknya muncul lagi karena masih ada panas dan angin,” ungkapnya.
Hingga saat ini, belum terdapat laporan kebakaran yang langsung berdampak ke rumah warga. Namun, upaya pencegahan tetap dilakukan untuk menghindari meluasnya kebakaran ke kawasan permukiman.
Editor: Rizki


