lenterakalimantan.com, PARINGIN – Kabut asap pekat menyelimuti wilayah Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, sejak Rabu malam (16/9/2026) dan memburuk pada Kamis (17/9/2026).
Penurunan kualitas udara terjadi secara signifikan hingga masuk kategori berbahaya bagi kesehatan.
Pantauan di lapangan menunjukkan asap beraroma menyengat menutup sejumlah wilayah, di antaranya Paringin, Batumandi, Lampihong, Awayan, dan Tebing Tinggi. Jarak pandang di jalan utama turut menurun sehingga pengendara diminta lebih berhati-hati.
Kepala BPBD Balangan, Rahmi, mengatakan sumber utama asap berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut.
“Api membakar cukup luas di wilayah Batumandi dan Lampihong, terutama di Desa Mantimin, Tapau, Kusambi Hulu, Trans Papuyuan, hingga Matang Hanau. Lahan gambut yang kering membuat api menyebar di bawah permukaan,” ujarnya.
Baca juga: Tim Gabungan Padamkan 2 Hektare Karhutla di Lahan Gambut Balangan
Tim gabungan dari BPBD, Polres, TRC, dan relawan pemadam kebakaran terus berupaya mengendalikan api di sejumlah titik.
Namun, proses pemadaman terkendala oleh medan yang sulit, minimnya sumber air, serta karakteristik api di lahan gambut yang terus menyala di bawah permukaan.
Data pengukuran kualitas udara menunjukkan konsentrasi PM2.5 mencapai 266,8 µg/m³, jauh di atas ambang batas aman dan berisiko memicu gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Balangan menyiagakan fasilitas kesehatan serta membagikan masker gratis di sejumlah titik keramaian.
Pihak sekolah juga diberikan kewenangan untuk menyesuaikan kegiatan belajar, termasuk memulangkan siswa lebih awal apabila kondisi asap memburuk.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker medis atau N95, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh.
Editor: Rizki


