lenterakalimantan.com, AMUNTAI – “Nyaman, enak bajalan. Mau begawi jua nyaman.”
Kalimat sederhana itu keluar dari Amir (65), saat ia kembali bisa melihat lebih jelas setelah menjalani operasi katarak pada mata kirinya. Setelah berbulan-bulan hidup dengan pandangan buram, ia kini mulai merasakan kembali terang dalam aktivitas sehari-hari.
Bagi Amir, penglihatan bukan sekadar fungsi tubuh, melainkan penopang utama untuk tetap bekerja sebagai buruh bangunan dan memenuhi kebutuhan hidup.
Perubahan itu bermula pada 2024, ketika penglihatannya perlahan mulai kabur. Meski kondisinya terus menurun, Amir tetap memilih bekerja demi menyambung kehidupan keluarga.
Dengan penghasilan sekitar Rp70 ribu per hari, ia bertahan dalam keterbatasan penglihatan yang semakin mengganggu aktivitasnya.
Setahun kemudian, harapan itu datang. Amir mendapatkan kesempatan menjalani operasi katarak gratis di salah satu rumah sakit di Amuntai.
Walau baru satu mata yang berhasil dioperasi, ia mengaku sangat bersyukur karena kembali bisa melihat lebih jelas dan tetap beraktivitas.
Tahun ini, Amir kembali mendapatkan kesempatan untuk menjalani operasi pada mata kanannya. Ia terlihat duduk menunggu antrean di dekat mobil layanan kesehatan, mengenakan pakaian pasien saat ditemui di Dinas Kesehatan Hulu Sungai Utara, Rabu (16/9/2026).
“Tahun ini operasi mata kanan,” ujarnya singkat.
Operasi tersebut merupakan bagian dari program bakti sosial operasi katarak gratis hasil kolaborasi PT Adaro Indonesia dan Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN).
Upaya Membuka Layanan Kesehatan Mata bagi Masyarakat
Land & Community Management Department Head PT Adaro Indonesia, Djoko Soesilo, mengatakan program ini ditujukan untuk membuka akses layanan kesehatan mata bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Penderita katarak punya hak untuk mendapatkan layanan operasi yang mudah dijangkau agar bisa kembali beraktivitas,” ujarnya.
Pada kegiatan ini, sebanyak 56 mata menjadi target operasi dengan melibatkan dokter spesialis mata serta tenaga kesehatan lokal.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat HSU, Khairussalim, menyebut kesehatan mata memiliki dampak langsung terhadap produktivitas masyarakat.
“Kalau penglihatan terganggu, produktivitas turun, kemandirian berkurang, dan ekonomi keluarga ikut terdampak. Ini bukan hal sepele,” tegasnya.
Editor: Rizki


