lenterakalimantan, BARABAI – Bencana banjir kembali melanda Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) untuk kesekian kalinya. Peristiwa ini menambah catatan pahit warga Bumi Murakata yang sejak Januari 2021 hingga kini terus dilanda banjir secara berulang-ulang.
Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) per Minggu (11/9/2022) pukul 11.00 Wita, Sebanyak enam kecamatan turut terdampak banjir dan tanah longsor. Enam kecamatan itu meliputi, Kecamatan Hantakan, Haruyan, Batu Benawa, Barabai, Pandawan, serta Labuan Amas Selatan (LAS).
Lebih lanjut, dari lima kecamatan itu, sebanyak 1.616 kepala keluarga (KK) dan 4.824 jiwa turut terdampak. Serta, terdapat 7 jiwa warga HST yang mengungsi.
Sejumlah fasilitas umum juga turut terkena imbas dari bencana itu. Fasilitas umum itu meliputi, 1.514 rumah, 6 tempat ibadah, 8 sekolah, 7 kantor, 1 pasar, 1 puskesmas, serta adapula 4 titik longsor, 2 jalan tergenang, dan 3 jembatan rusak.
Kalak BPBD HST, Budi Haryanto semenjak Jum’at kemarin, pihaknya sudah bertugas dilapangan melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah titik banjir dengan dibantu sejumlah relawan HST.
Kemudian, Bupati HST H Aulia Oktafiandi yang turut didampingi pihaknya juga telah membagiakan sejumlah bantuan kepada warga yang terdampak banjir HST.
“Sejumlah titik banjir juga sudah ditangani berkolaborasi dengan relawan gabungan dan masyarakat,” terangnya.
Hingga kini, BPBD HST masih terus bertugas dilapangan memantau perkembangan banjir dan melakukan penanganan berkala sesuai yang diperlukan.
Diketahui, Bencana banjir itu disinyalir imbas dari Kabupaten HST yang diguyur hujan seharian pada Jum’at (9/9/2022) hingga mengakibatkan aliran sungai meluap.
Hingga kini, sejumlah titik ruas jalan HST masih digenangi air. Aktivitas masyarakat pun terhambat dan sebagian akses warga terputus akibat genangan air yang masih cukup tinggi.


