
MIF 2026 menjadi kesempatan bagi Kalimantan Timur untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus memperluas kemitraan dengan dunia usaha dan mitra internasional.
lenterakalimanatan.com, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menawarkan potensi sektor energi, perkebunan, dan posisi strategis wilayah kepada investor internasional melalui Mahakam Investment Forum (MIF) 2026. Pemprov Kaltim juga menjanjikan dukungan birokrasi yang cepat dan transparan untuk membuka peluang kerja sama investasi.
Forum tersebut resmi dibuka oleh Gubernur Kalimantan Timur Rudi Mas’ud di Pendopo Lamin Etam, Senin (20/10/2026). Kegiatan ini dihadiri sejumlah duta besar negara sahabat, perwakilan investor internasional, pelaku usaha, serta jajaran pejabat pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Rudi mengatakan MIF 2026 menjadi kesempatan bagi Kalimantan Timur untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus memperluas kemitraan dengan dunia usaha dan mitra internasional.
Ia menyampaikan, forum tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertemuan antarpelaku usaha, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat.
“Merupakan suatu kehormatan bagi kami untuk bisa menyambut Bapak, Ibu, dan hadirin sekalian. Kami berharap forum ini benar-benar menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat potensi Kalimantan Timur, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara pemerintah, dunia usaha, dan mitra internasional,” ujar Rudi.
Di sektor energi, Rudi memaparkan bahwa Kalimantan Timur memiliki kapasitas produksi batu bara sekitar 360 juta metrik ton pada 2026. Selain itu, provinsi ini disebut menyumbang sekitar 30 persen dari total produksi minyak dan gas bumi nasional.
Potensi energi tersebut juga mencakup proyeksi tambahan pasokan gas sebesar 1,8 juta kaki kubik per hari pada periode 2028–2029 dari sumur yang dikelola perusahaan energi asal Italia, Eni.
Selain energi, sektor perkebunan kelapa sawit menjadi salah satu potensi yang ditawarkan kepada calon investor. Rudi menyebut luas perkebunan sawit di Kaltim mencapai sekitar 3 juta hektare, dengan kapasitas produksi berkisar 4,8 juta hingga 5,2 juta ton per tahun.
Ia juga menyoroti peluang kerja sama dengan negara mitra, termasuk Belarusia, dalam penyediaan pupuk dan alat berat untuk mendukung produktivitas perkebunan.
Dari sisi geografis, Kalimantan Timur berada di jalur pelayaran Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II yang menghubungkan wilayah perairan strategis dan membuka akses perdagangan ke sejumlah pasar internasional. Posisi tersebut dinilai menjadi salah satu modal daerah dalam mengembangkan kegiatan ekonomi dan memperluas jaringan perdagangan.
Untuk mendukung realisasi investasi, Rudi menegaskan Pemprov Kaltim siap membantu calon investor dalam proses perizinan dan koordinasi birokrasi, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Kepercayaan Bapak dan Ibu harus kami jawab dengan pelayanan yang profesional, proses yang transparan, dan tindakan nyata. Apabila dibutuhkan perizinan atau birokrasi, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Kaltim, insyaallah kami akan membantu secepat mungkin,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah terbuka terhadap skema investasi yang memberikan manfaat bersama (win-win solution). Menurutnya, investasi diharapkan mampu mendorong pembukaan lapangan kerja, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Pembukaan MIF 2026 ditutup dengan sesi foto bersama pejabat daerah dan delegasi luar negeri, termasuk perwakilan diplomatik Belarusia dan Bangladesh. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan jamuan makan malam untuk mempererat hubungan dan menjajaki peluang kemitraan investasi.

