lenterakalimantan.com, TANJUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, menyalurkan bantuan bahan bakar minyak (BBM) kepada relawan kebencanaan di wilayah Bumi Saraba Kawa, Kamis (1/10/2026).
Bantuan ini diberikan untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta menunjang operasional Unit Penanggulangan Bencana Swadaya (UPBS) dan relawan pemadam kebakaran (Redkar) dalam penanganan bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Tabalong H. M. Noor Rifani didampingi Kepala Pelaksana BPBD Tabalong Haris Fahrozi kepada perwakilan UPBS di halaman Rumah Jabatan Bupati Tabalong.
Bupati yang akrab disapa H. Fani itu mengatakan, bantuan BBM tersebut merupakan bentuk perhatian dan dukungan pemerintah daerah terhadap mobilitas relawan di lapangan.
“Mudah-mudahan ini bisa membantu operasional kawan-kawan UPBS untuk terus berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah serta Forkopimda dalam menanggulangi karhutla secara bersama-sama,” ujarnya.
Ia menambahkan, dengan adanya dukungan BBM ini, relawan diharapkan tidak lagi terkendala antrean saat situasi darurat terjadi.
“Jadi mereka tidak perlu antre lagi, bisa langsung diambil. Kalau terjadi bencana yang sifatnya mendadak, kita sudah menyiapkan akses agar mereka bisa bergerak dengan cepat,” tuturnya.
Bantuan Dibagi untuk Tiga Zona
Sementara itu, Kalak BPBD Tabalong, Haris Fahrozi, merinci total bantuan BBM yang disiapkan mencapai 8.000 liter yang dibagi dalam tiga zona wilayah, yakni utara, tengah, dan selatan Tabalong.
Penyaluran dilakukan melalui kerja sama dengan dua SPBU, yaitu SPBU Gunung Batu di Kecamatan Murung Pudak dan SPBU Desa Kasiau.
Haris menjelaskan, BBM yang disalurkan terdiri dari dua jenis sesuai kebutuhan armada relawan. Truk tangki mendapatkan BBM jenis Dexlite, sementara pikap dengan mesin pompa portabel menggunakan Pertamax.
“Pada tahap pertama, penyaluran kita bagi rata untuk UPBS dan Redkar yang memiliki unit operasional. Namun, ke depan akan kami evaluasi berdasarkan tingkat keaktifan relawan,” tegasnya.
Ia menambahkan, relawan yang tidak aktif berpotensi mendapat penyesuaian alokasi BBM pada tahap berikutnya.
Editor: Rizki


