LENTERAKALIMANTAN.COM, SAMARINDA – Program Gratispol yang digagas Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud bersama Wakil Gubernur Seno Aji mulai memasuki tahap distribusi. Sebanyak 63.548 paket seragam sekolah gratis disiapkan bagi siswa SMA/SMK dan SLB dengan dukungan pagu anggaran mencapai Rp65 miliar.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim mencatat, program tersebut menjangkau 576 sekolah di seluruh wilayah Kalimantan Timur, meliputi 333 SMA/MA, 207 SMK, dan 36 SLB yang berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.
Setiap paket yang diberikan kepada siswa mencakup sepatu, tas ransel, seragam sekolah, topi, dasi, ikat pinggang, dan kaus kaki. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan perlengkapan pendidikan anak.
Kasi Komunikasi dan Informasi Pendidikan Disdikbud Kaltim, Priangga, mengatakan pelaksanaan program tahun ini diperkuat melalui sistem pendataan digital. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat proses administrasi sekaligus meningkatkan akurasi data penerima bantuan.
Menurutnya, pengalaman pelaksanaan program pada 2025 menjadi bahan evaluasi, terutama dalam mengantisipasi kendala waktu produksi dan distribusi seragam ke sekolah-sekolah.
“Dalam proses ini, kami memastikan semuanya berjalan dengan pengawasan. Kami juga sudah memetakan risiko dan menyiapkan strategi mitigasi agar pelaksanaan program berjalan baik,” ujar Priangga dalam konferensi pers bersama awak media, Rabu (21/10/2026).
Ia menjelaskan, meskipun pelaksanaan pada tahun sebelumnya menghadapi sejumlah dinamika, seluruh pekerjaan dapat diselesaikan 100 persen sebelum masa kontrak berakhir.
Sementara itu, pelaksanaan program Seragam Sekolah Gratis tahun 2026 telah mencapai realisasi fisik 90,20 persen. Saat ini, proses distribusi paket perlengkapan sekolah masih berlangsung ke sejumlah sekolah penerima.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Kaltim memastikan bantuan pendidikan dapat menjangkau siswa sesuai sasaran. Melalui program Gratispol, pemerintah provinsi berharap kebutuhan dasar perlengkapan sekolah dapat terpenuhi dan akses pendidikan semakin merata di Kalimantan Timur.


