lenterakalimantan.com, KUTAI KARTANEGARA – Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kalimantan Timur terus diperkuat. Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, meresmikan Rumah Produksi Bersama (RPB) Pakan Ternak di Desa Loleng, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat (3/7/2026).
Fasilitas yang dibangun melalui APBD Kalimantan Timur Tahun Anggaran 2025 itu memiliki total nilai investasi mencapai Rp8,3 miliar. Terdiri dari pembangunan fisik senilai Rp6,2 miliar dan pengadaan peralatan sebesar Rp2,1 miliar.
Dalam sambutannya, Rudy Mas’ud berharap keberadaan RPB mampu menjadi solusi penyediaan pakan ternak sekaligus mendukung budidaya perikanan melalui produksi pelet apung.
“Saya sangat berharap RPB ini bisa menjadi solusi ketahanan pangan, terutama penyediaan pakan untuk ternak dan budidaya perikanan (pelet apung),” ujarnya.
Menurutnya, hadirnya rumah produksi tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pakan bagi peternak dan pembudidaya ikan, sekaligus meningkatkan produktivitas usaha masyarakat.
Selain itu, produksi pakan dari RPB diproyeksikan mampu menekan harga pakan hingga 20-30 persen dibandingkan dengan produk sejenis yang beredar di pasaran. Kondisi tersebut diyakini dapat meningkatkan keuntungan para peternak maupun pembudidaya ikan.
Evaluasi Berkala dan Buka Peluang Penambahan Mesin
Rudy menegaskan operasional RPB akan terus dievaluasi. Bahkan, Pemerintah Provinsi Kaltim membuka peluang penambahan mesin produksi apabila kapasitas yang ada sudah dimanfaatkan secara optimal.
Saat ini, produksi RPB baru mencapai sekitar 20 ton per bulan atau sekitar 10 persen dari kapasitas maksimal yang mencapai 200 ton per bulan.
Gubernur juga berharap fasilitas tersebut dapat mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, hasil peternakan dan perikanan yang ditopang oleh ketersediaan pakan berkualitas dapat menjadi sumber pasokan daging ayam maupun ikan untuk memenuhi kebutuhan program nasional tersebut.
Ia pun meminta pengelola mengoptimalkan mesin produksi agar dapat digunakan secara bergantian untuk memproduksi pakan ternak dan pelet apung, masing-masing selama dua pekan dalam setiap siklus produksi.
“Harapan kami, RPB ini membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat, baik peternak maupun nelayan,” katanya.
Kapasitas RPB Pakan Ternak Desa Loleng
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Timur, Heni Purwaningsih, menjelaskan RPB Pakan Ternak Desa Loleng dibangun di atas lahan seluas 10.566 meter persegi dengan kapasitas produksi mencapai 200 ton per bulan.
Lokasi pabrik dinilai sangat strategis karena didukung ketersediaan bahan baku, seperti jagung, bungkil sawit, Crude Palm Oil (CPO), tepung ikan, hingga tepung kepala udang.
Menurut Heni, kehadiran rumah produksi bersama tersebut tidak hanya memberikan nilai tambah bagi komoditas lokal, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah, membuka lapangan kerja baru, serta mendorong percepatan industrialisasi berbasis potensi lokal di Kalimantan Timur.
Editor: Rizki


