lenterakalimantan.com, TANJUNG – Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kabupaten Tabalong berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKPPP) resmi meluncurkan inovasi Gempar Smart (Gerakan Menanam Pekarangan untuk Pangan Sehat, Mandiri, dan Produktif).
Peluncuran program ini dipimpin langsung oleh Bupati Tabalong, Muhammad Noor Rifani, di Balai Dandung Suchrowardi, Kompleks Pendopo Bersinar, Kecamatan Murung Pudak, Jumat (9/10/2026).
Program Gempar Smart dirancang untuk mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah secara produktif. Warga diajak memenuhi kebutuhan dapur secara mandiri dengan menanam berbagai komoditas pangan, seperti cabai, sayur-mayur, buah-buahan, hingga tanaman obat.
Bupati Tabalong, Muhammad Noor Rifani, menjelaskan bahwa sekitar 60 persen penduduk Tabalong merupakan petani yang pada dasarnya sudah terbiasa bercocok tanam. Melalui gerakan ini, ia ingin budaya menanam kembali digalakkan, dimulai dari halaman rumah.
“Pekarangan tidak perlu luas. Kita juga ingin gerakan ini tidak sekadar seremonial peluncuran semata, melainkan diimplementasikan secara berkelanjutan sehingga membawa dampak yang luas,” tegas pria yang akrab disapa Fani tersebut.
Baca juga: Ciptakan Efek Ganda, Ratusan Penjahit Lokal Dilibatkan dalam Program Seragam Gratis Tabalong
Ia berharap Gempar Smart dapat menjadi benteng ketahanan pangan keluarga sekaligus instrumen pengendalian inflasi daerah.
Menurutnya, jika setiap pekarangan rumah mampu menghasilkan kebutuhan pokok secara mandiri, masyarakat akan semakin produktif dan beban ekonomi akibat inflasi dapat ditekan.
Sementara itu, Ketua TP PKK Tabalong, Desi Suryanti Noor Rifani, memaparkan bahwa pendistribusian bibit tanaman pada tahap awal akan difokuskan pada kawasan padat penduduk.
“Kami memprioritaskan rumah-rumah di lahan kecil atau kompleks perumahan yang kebanyakan berada di wilayah Murung Pudak, Tanjung, dan Tanta. Jadi, pembagian bibit kami arahkan ke sana terlebih dahulu,” paparnya.
Desi menambahkan, inisiatif ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah daerah untuk membantu masyarakat.
“Ini adalah salah satu bentuk perhatian pemerintah dengan membagikan bibit-bibit yang diharapkan dapat menekan inflasi sekaligus menjaga ketahanan pangan keluarga,” pungkasnya.
Editor: Rizki


