lenterakalimantan.com, TAMIANG LAYANG – Kemandirian bukan sekadar kemampuan untuk berdiri sendiri, tetapi juga kesempatan untuk menjalani kehidupan dan melakukan aktivitas tanpa bergantung pada orang lain. Bagi sebagian orang, kemampuan tersebut bisa dimulai dari hal sederhana, seperti kembali melihat dengan jelas.
Hal itulah yang dirasakan Jonanto (62), warga Desa Rodok RT III, Kabupaten Barito Timur. Setelah menjalani operasi katarak pada salah satu matanya pada 2025, ia kini kembali mampu bekerja seperti biasa, mulai dari menyadap hingga berladang.
Sebelum menjalani operasi, gangguan penglihatan membuat aktivitasnya terganggu. Bahkan, saat menyadap, ia kerap melakukan kesalahan karena kesulitan melihat.
“Tadinya sebelum operasi, agak sulit melihat. Menyadap sering salah,” ungkapnya.
Pengalaman Jonanto menjadi salah satu gambaran manfaat program operasi katarak yang dilaksanakan melalui tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) PT Adaro Indonesia.
Program yang telah berlangsung selama dua tahun berturut-turut, yakni 2025 dan 2026, ini dilaksanakan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Barito Timur, PT Sapta Indra Sejati (SIS), dan PT Bukit Makmur Mandiri (Buma), dengan lokasi kegiatan di UPTD Puskesmas Ampah, Kecamatan Dusun Tengah.
Pada pelaksanaan tahun 2026, sebanyak 122 orang menjalani pemeriksaan atau screening. Dari jumlah tersebut, 90 orang mendapatkan tindakan operasi. Peserta dari Kelurahan Ampah Kota tercatat sebanyak 40 orang.
UPTD Puskesmas Ampah Follow-up Hasil Tindakan
Kepala UPTD Puskesmas Ampah, Nelwan Adrius, menjelaskan bahwa kegiatan operasi berlangsung pada 9–10 Oktober 2026. Pemeriksaan lanjutan atau follow-up juga dilakukan pada 10 Oktober di UPTD Puskesmas Ampah dan menunjukkan hasil baik.
“Pelaksanaannya dilakukan pada tanggal 9 dan 10 Oktober 2026, dan follow-up-nya pada tanggal 10 itu juga di PKM UPTD Puskesmas Ampah dan dinyatakan baik. Kendala hanya soal listrik. Saat pemadaman listrik, kegiatan terpaksa berhenti sementara karena kami tidak punya cadangan listrik yang cukup,” papar Nelwan saat dikonfirmasi melalui telepon, Rabu (4/11/2026).
Selain Jonanto, sejumlah pasien yang pernah mengikuti operasi katarak tersebut kini juga dapat kembali menjalankan aktivitas keseharian mereka.
Bagi para penerima manfaat, pulihnya penglihatan bukan hanya membantu mereka kembali bekerja, tetapi juga membuka kesempatan untuk menjalani kehidupan secara lebih mandiri.
Melalui program ini, operasi katarak tidak sekadar menjadi upaya pemulihan kesehatan mata, tetapi juga menghadirkan harapan agar masyarakat dapat kembali produktif dan menjalani aktivitas dengan lebih baik.
Editor: Rizki


