lenterakalimantan.com, BARABAI – Bertepatan dengan Bulan Purnama, sebagai simbol hari yang disucikan oleh umat Hindu, Pura Agung Datu Magintir diresmikan oleh Kementerian Agama Hulu Sungai Tengah (HST), Sabtu (10/9/2022).
Dalam peresmian tampak dihadiri oleh Pejabat Kemenag HST H. Idi Amin, S.Ag, Dr. Drs. I Gede Rudia Adi Putra, M.Ag mantan Pembimas Hindu Kalsel, Ketua PHDI Kalsel I Ketut Artika, Ketua PHDI HST Irpani, Ketua Majelis Resort GKE HST Pendeta Rusman Nusa Bakti, S.Th, Ketua Jemaat Pantekosta HST Pendeta Octavianus Anton Noellik, S.Th, Kapolsek BAS Ipda Wahyudi, Babinsa Desa Labuhan Serda Wahyu Arif.
Menariknya peresmian tersebut bertepatan dengan Piodalan Pura Parahyangan Agung Jagatkarta Gunung Salak, Bogor. Peresmian tersebut diramaikan dengan penampilan Tarian Gintur Kreasi dan Tarian Capung di bawah binaan Sanggar Seni Dayak Meratus.
Setelah itu, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panitia Mahanyari/Melaspas Abimanyu, S.H.H, Sambutan Ketua PHDI HST Irpani, Sambutan Perwakilan Kementerian Agama HST H. Idi Amin S.Ag sekaligus meresmikan Pura Agung Datu Magintir.
Usai acara peresmian selesai, dilanjutkan dengan proses Upacara Yadnya Mahanyari/Melaspas, Persembahyangan Bersama yang dipimpin Ida Rsi Whismamitra Pawitra Putra, sambutan Ketua PHDI Kalsel I Ketut Artika dan Dharma Wacana oleh Dr. Drs. I Gede Rudia Adi Putra, M.Ag.
“Yang sangat menarik di Upacara Yadnya Melaspas/Mahanyari tersebut adalah ada kolaborasi antara Tradisi Dayak Labuhan dengan Tradisi Hindu Dharma,” terang Irpani.
Adapun prosesi upacara dipimpin oleh Tokoh Bali Ida Pedande Istri Nabe Sebali Tianyar Arimbawa, Ida Pedanda Gede Dwija Putra, Ida Rsi Whismamitra Pawitra Putra dan Para Sandaran Balian Dayak Labuhan.
Dalam kesempatan ini, Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Kalsel tidak bisa hadir ke acara.
Sewaktu peresmian kemaren, Umat Hindu Kabupaten HST sangat berharap kehadiran Bapak Bupati HST untuk meresmikan Pura, undangan resmi pun sudah di kirim Panitia namun beliau tidak bisa berhadir menurut keterangan Protokol Bupati lagi ada agenda dinas di Banjarmasin.
“Semoga kedepan bisa mendapatkan perhatian khusus atau berupa bantuan lainnya untuk pembangunan Tempat Ibadah Umat Hindu seperti yang dirasakan oleh umat beragama lainnya. Harapan tersebut muncul dikarenakan di Labuhan banyak yang beragama Hindu,” tambah Irpani.
Selain itu harapan tokoh-tokoh Hindu, semoga kedepan khususnya Pemerintah Daerah dapat menempatkan keberadaan Guru Agama Hindu di sekolah-sekolah yang ada siswa Hindunya, permasalahan ini dianggap cukup serius, sehingga harapan dan tuntutan tersebut dapat ditindaklanjuti oleh pejabat yang berwenang.


