lenterakalimantan.com, PARINGIN – Angka Usia Harapan Hidup di Kabupaten Balangan dari tahun 2021 dan 2022 mengalami peningkatan 0,25 persen, Hal itu melampaui target tahun 2022.
Usia harapan hidup merupakan salah satu indikator derajat kesehatan masyarakat. “Semakin tinggi (UHH) maka derajat kesehatan masyarakat semakin baik, begitu pula sebaliknya,”kata Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Balangan Ahmad Nasai, Rabu (25/1).
Angka usia harapan hidup merujuk data yang dikeluarkan oleh BPS Balangan belum lama ini.
menurut dia Angka Usia Harapan Hidup merupakan alat untuk mengevaluasi kinerja pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk pada umumnya dan meningkatkan derajat kesehatan pada khususnya.

“Indikator UHH tersebut tahun 2022 adalah sebesar 100,01 persen (68,13 Tahun) dari target realisasi UHH 68,12 tahun,”kata Ahmad Nasai.
Sementara Untuk capaian tahun 2021 masih sebesar 99,90 persen (67,85 Tahun) yang dikeluarkan oleh BPS Kabupaten Balangan.
“Hal ini berarti bahwa capaian indikator tersebut mengalami kenaikan termasuk dalam kategori capaian berhasil,” terangnya.
Saat ini Kabupaten Balangan berada di urutan 8 dari 13 kabupaten/kota se-Kalsel, dimana urutan pertama adalah Kota Banjarbaru dengan realisasi 72,10 tahun.
Salah satu faktor yang mempengaruhi berhasilnya meningkatkan UHH adalah AKB, semakin rendah AKB maka UHH semakin tinggi. Dengan demikian menurunkan AKB adalah sesuatu yang mutlak untuk meningkatkan UHH.
Terjadinya peningkatan UHH signifikan karena dipengaruhi oleh menurunnya AKB pada tahun 2022, menurut Sauki di dipengaruhi melalui kinerja dan upaya Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Balangan melalui Bidang Kesehatan Masyarakat.
Dimana pihaknya melaksanakan pelayanan kesehatan Lanjut Usia (Lansia) di puskesmas dan jaringannya seperti posyandu Lansia serta kegiatan Lansia di kabupaten.
Pelayanan Kesehatan Lansia yang diberikan di antara lain pemeriksaan kesehatan dan pengobatan Lansia dengan gratis, senam Lansia dan siraman rohani.
“Dengan pemeriksaan kesehatan terhadap Lansia maka dapat meningkatkan derajat kesehatan Lansia agar tetap sehat, mandiri dan berdaya guna sehingga tidak menjadi beban bagi dirinya sendiri, keluarga maupun masyarakat,” cetus Sauki.
Selain memberikan pelayanan kesehatan terhadap Lansia, terang Sauki, dalam rangka meningkatkan UHH upaya yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan adalah pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM) melalui posbindu, pustu maupun puskesmas.
Dengan terdeteksinya secara dini PTM ini, maka diharapkan penyakit yang dapat menyebabkan kesakitan dan kematian karena PTM seperti jantung, kolesterol, kanker, diabetes melitus dan lainnya dapat ditanggulangi.
Berbagai upaya lainnya untuk meningkatkan UHH adalah dengan pengadaan sarana dan prasarana baik di rumah sakit maupun puskesmas dan jaringannya serta Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Balangan.
Melalui program kemitraan peningkatan pelayanan kesehatan memberikan jaminan kesehatan kepada seluruh masyarakat Balangan terutama untuk masyarakat yang keterbatasan finansialnya apabila berobat di pelayanan dasar bahkan di rumah sakit.
“Agar terjadi peningkatan UHH secara signifikan adalah dengan mutlak menurunkan AKB, peningkatan pelayanan Lansia dengan menambah jumlah posyandu dan kader Lansia serta perlunya pelayanan sayang Lansia di seluruh puskesmas.
“Termasuk peningkatan jumlah posbindu untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dalam rangka pengendalian PTM di Kabupaten Balangan,” pungkasnya.


