lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Ratusan rumah di Desa Benua Raya, Kecamatan Bati-Bati, Tanah Laut terdampak banjir dari Sungai Benua Raya, Jumat (27/1/2023).
Banjir terpantau mulai mulai menggenangi pemukiman warga naik sejak Senin lalu.
Hampir lima hari ratusan warga yang terdampak banjir di Desa Banua Raya masih bertahan di dalam rumah. Kendati, saat ini air sudah mulai masuk ke dalam rumah dan merendam sebagian lantai rumah di beberapa RT di Desa Banua Raya.
Sekretaris Desa Banua Raya, Baehaki saat dihubungi melalui telepon mengatakan, pihaknya terus melakukan pendataan kepada warga yang terdampak banjir.
“Ini masih terus dilakukan pendataan warga di RT mana saja yang terdampak banjir,” katanya, Jumat siang
Menurut Baehaki, banjir merendam rumah warga akibat luapan air Sungai Benua Raya yang tidak mampu menampung debit air, apalagi hampir setiap hari hujan terus-menerus.
“Kalau keadaannya hujan terus-menerus seperti ini malah akan tambah, air akan lebih tinggi lagi masuk dan merendam rumah warga,” ucapnya.
Baehaki jelaskan, untuk sementara ini warganya masih bertahan di rumah masing-masing dan tidak bisa bekerja seperti biasa.
Ia berharap, warga yang terdampak banjir dapat segera dapat bantuan.
“Belum ada bantuan apapun termasuk dapur umum, setelah pendataan selesai akan kami laporkan ke pihak pemerintah kabupaten,” jelasnya.
Menurutnya, warga di Desa Benua Raya, hampir tiap tahun terasakan dampak banjir di saat musim hujan, karena sungai tidak mampu menampung air akhirnya meluap ke rumah warga.
Data beberapa warga di Desa Banua Raya yang terdampak Banjir.
RT 2 ada 4 rumah, RT 3 ada 39 rumah , RT 4 ada 58 , RT 5 ada 3 rumah, RT 7 ada 4 rumah, RT 8 ada 5 rumah, RT 10 ada 2 rumah , RT 12 ada 29, di RT 13 ada 25. RT 14 ada 10 rumah. RT 15 ada 16 rumah.


