lenterakalimantan.com, TANAH BUMBU – Seorang pria hampir saja menjadi santapan buaya muara Batulicin, meski celana robek dan sedikit luka, untung saja korban selamat dalam serangan buaya.
Kejadian ini diketahui dalam video berdurasi 28 detik yang tersebar di berbagai media sosial warga tanah bumbu, korban diserang buaya karena mencuci jeroan sapi di muara sungai Batulicin, Kamis (29/6/2023).
“Mungkin tercium bau (aroma) dari babat hewan korban tersebut jadi buaya nya muncul,” ucap warga dalam video tersebut.
Dalam video juga terlihat bahwa celana korban robek dan kaki mengalami luka namun tidak parah, beruntung saat buaya menerkam korban sempat melepaskan diri, hingga hanya babat sapi saja yang diseret kesungai lalu dimakannya.
Terkait hal ini, Kepala Resort TWA Pulau Burung dan Sewangi Muhammad Tejar melalui Staf BKSDA Wilayah III Batulicin Agus melalui via Whatsaap mengatakan kepada awak Media Lenterakalimantan.com bahwa kejadian ini telah mendapat laporan dari warga.
Pihaknya mengatakan, bersama pimpinan sudah sering melakukan sosialisasi dan memberikan brosur himbauan kepada masyarakat soal adanya habitat asli buaya.
“Akhir Desember 2022 lalu, kami sudah memasang plang besi tanda himbauan, ada tiga titik pemasangan plang himbauan yakni di sungai Jembatan Pasar lama bawah Kelurahan Batulicin, kemudian di Jalan Karya Still RT 1 kelurahan Kampung Baru Kecamatan Simpang Empat dan di Sungai Kusambi Plang tersebut bertuliskan hati-hati ada buaya,” tuturnya.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar hati-hati saat beraktivitas di sungai terutama saat pagi, sore dan malam hari. Warga juga dilarang beraktivitas seperti mandi, berenang dan buang air besar (MCK) di area tersebut.
“Oleh karena itu kami himbau agar warga jangan membuang sisa limbah masakan seperti parutan ikan atau daging ayam ke sungai dan juga popok, karena dapat memancing buaya mendekat, kita selalu waspada dan hati-hati karena Sungai Batulicin merupakan habitat asli buaya,” tutupnya.


